Airlangga Hartarto Sebut Transformasi Digital Penting di Sektor Pelayaran

Syahrul Ibrahim

Updated on:

Dehaen Berita Ekonomi – Diungkapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, bahwa sektor pelayaran dan kepelabuhanan harus beradaptasi dengan transformasi digital. Hal ini bertujuan supaya dapat menghadapi tantangan setelah Covid-19. ” Ekonomi digital tumbuh menjadi kekuatan baru dan diyakini dapat terus tumbuh lebih besar. Sektor pelayaran dan kepelabuhanan diharapkan harus segera beradaptasi dengan transformasi ini. ” ujar Airlangga dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta.

Adaptasi Dibutuhkan Sektor Pelayaran Agar Mampu Hadapi Tantangan

Iapun berpendapat, jika adaptasi tersebut dibutuhkan agar sektor pelayaran dan kepelabuhanan mampu menghadapi tantangan yang sebelumnya terjadi, yaitu berupa terganggunya supply chain logistic. Hal ini kata Airlangga, diakibatkan oleh peningkatan permintaan kapal logistik antar negara, persediaan kontainer yang terbatas, serta pelabuhan internasional yang mengalami bottleneck. Kemudian diutarakan, dalam upaya menerapkan digitalisasi kepelabuhanan dan memperbaiki kondisi logistik di Indonesia, pemerintah pun telah membangun National Logistic Ecosystem (NLE).

Dimana ekosistem ini, nantinya akan menyelaraskan arus lalu lintas barang dan dokumen, baik internasional maupun domestik yang berorientasi pada kerjasama antar instansi pemerintah dan swasta, lewat pertukaran data, simplifikasi proses, penghapusan repetisi dan duplikasi, serta didukung oleh sistem teknologi informasi yang mencakup seluruh proses logistik terkait dan menghubungkan sistem-sistem logistik yang telah ada. Sehingga dengan demikian, eksportir dan importir hanya perlu melakukan transaksi melalui platform daring NLE.

” Dengan NLE, diharapkan dapat terjadi efisiensi pemrosesan logistik dan penurunan biaya logistik nasional yang ditargetkan turun dari 23,5 persen menjadi sekitar 17 persen pada tahun 2024 sebagaimana tercantum dalam Perpres Nomor 18 Tahun 2020 tentang Rencana Aksi Penataan Ekonomi Logistik Nasional. ” ucapnya.

Pemerintah Dorong Transformasi Digital Lewat Pembangunan Infrastruktur Digital

Disamping membangun NLE, upaya yang dilakukan pemerintah dalam mendorong transformasi digital yaitu lewat pembangunan infrastuktur digital. Mulai dari pembangunan jaringan fiber optic Palapa Ring serta penyediaan Base Transceiver Station (BTS), pengembangan akses internet dan ekosistem TIK, perluasan akses 4G dan 5G hingga pembangunan satelit multi fungsi Satria yang rencananya akan mulai beroperasi tahun 2023 mendatang.

Dalam kesempatan ini dijelaskan oleh Menko Perekonomian RI, bahwa transformasi digital juga membutuhkan talenta digital yang kompeten sebagai pelaksananya. Oleh sebab itu, pemerintah juga telah menggelar berbagai program simultan untuk meningkatkan jumlah talenta digital di tanah air. Seperti Digital Talent Scholarship yang menyediakan 100 ribu beasiswa per tahun, Program Kartu Prakerja yang bisa dimanfaatkan untuk upskilling atau reskilling di bidang digital oleh para pencari kerja, serta Insentif Super Tax Deduction kepada industri yang turut melaksanakan kegiatan vokasi. “ Dengan demikian kita mendorong perkembangan tidak hanya pada infrastruktur kapal dan pelabuhan, tetapi secara pararel juga terbangunnya infrastruktur digital. ” pungkasnya.

Tinggalkan komentar