Menteri ESDM Uraikan Anggaran Rp5,89 Triliun Tahun 2022

Nur Afni

Nusantarasatu.id – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif telah menyerahkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun Anggaran 2022 yang akan dialokasikan untuk 12 unit organisasi dan 32 satuan kerja. ” Kementerian ESDM mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp5,89 triliun. Alokasi anggaran tersebut sebagian besar dialokasikan untuk kegiatan prioritas nasional dan kegiatan dalam rangka penguatan akses energi bagi masyarakat. ” ujar Arifin di Jakarta.

Adapun kegiatan prioritas nasional dan penguatan akses energi bagi masyarakat, antara lain jaringan transmisi gas bumi Cirebon-Semarang, jaringan distribusi gas bumi untuk rumah tangga, dan converter kit bahan bakar minyak (BBM) ke bahan bakar gas (BBG) untuk nelayan dan petani. Berikutnya, penerangan jalan umum-tenaga surya, revitalisasi pembangkit listrik tenaga energi baru terbarukan, pembangkit listrik tenaga mikrohidro, dan bantuan pasang baru listrik bagi masyarakat tidak mampu.

Masih Ada Rp534 Miliar Yang Perlu Direalisasikan

Lebih jauh dikatakan, diharapkan pelaksanaan anggaran tahun depan dapat lebih baik dari tahun ini. Di antaranya bisa digambarkan dengan serapan anggaran yang terdistribusi lebih merata sepanjang tahun, dan diikuti dengan realisasi anggaran yang tidak menumpuk di akhir tahun. Berkaca dari evaluasi pelaksanaan anggaran tahun ini per 19 Desember 2021, Arifin menyebutkan, masih terdapat Rp534 miliar yang perlu direalisasikan dan masih terdapat delapan paket pekerjaan yang progres fisiknya berkisar di 0 hingga 25 persen. Sementara waktu pelaksanaan anggaran lanjut Menteri ESDM, sudah tinggal menghitung hari. ” Diharapkan hal-hal semacam ini tidak terulang kembali di tahun mendatang. ” imbuhnya.

Sebagaimana arahan yang diberikan oleh Presiden Joko Widodo, untuk pelaksanaan APBN 2022 terdapat enam fokus kebijakan APBN yang menjadi perhatian Bersama. Di antaranya yakni melanjutkan perlindungan terhadap Covid-19 dengan tetap memprioritaskan sektor kesehatan dan menjaga keberlanjutan program perlindungan sosial bagi masyarakat kurang mampu dan rentan.

Kemudian secara teknis, untuk percepatan pelaksanaan anggaran tahun depan di lingkungan Kementerian ESDM, Arifin menginstruksikan agar seluruh unit mulai menyusun risk register untuk setiap kegiatan utama terkait penyerapan anggaran dengan mengidentifikasi setiap risiko dan pengendaliannya. ” Segera selesaikan tender atas seluruh paket pekerjaan yang telah dan akan diumumkan dalam SIRUP, sehingga dapat langsung dieksekusi pekerjaannya pada awal Januari 2022 dan seluruh unit segera menyusun rencana pelaksanaan kegiatan secara rinci sesuai target yang ditetapkan. ” tutur Arifin.

Diperlukan Fleksibilitas Dalam Penggunaan Anggaran

Pada kesempatan ini Arifin Tasrif pun menyampaikan, bahwa arahan Presiden Joko Widodo dalam pelaksanaan anggaran, dibutuhkan fleksibilitas penggunaan anggaran supaya bisa mengatasi persoalan-persoalan yang ada. Meski begitu sambungnya, dibutuhkan kehati-hatian, transparansi dan akuntabilitas sebagai bagian dari pelaksanaan anggaran. Setelah menyerahkan DIPA kepada para Pejabat Pimpinan Tinggi Madya, Kepala BPH Migas dan Kepala Badan Pengelola Migas Aceh, Menteri ESDM menyaksikan dua belas orang pemegang program menandatangani Pakta Integritas dan Perjanjian Kinerja TA 2022.

Penandatangan itu merupakan bentuk komitmen dalam melaksanakan, mengelola, mempertanggungjawabkan APBN dengan transparan, akuntabel, tepat waktu dan bebas KKN serta komitmen pencapaian kinerja yang telah ditetapkan.” Saya harap apa yang sudah Saudara ucapkan dan tandatangani tidak sekedar menjadi formalitas semata, namun sungguh-sungguh menunjukkan komitmen Saudara dalam melaksanakan, mengelola, mempertanggungjawabkan APBN dengan transparan, akuntabel, tepat waktu dan bebas KKN serta komitmen dalam perjanjian kinerja yang telah ditetapkan. ” ucapnya.

Tinggalkan komentar