Bahlil Sebut Air Product Akan Investasi Gasifikasi Batubara di Indonesia

Nur Afni

Updated on:

Nusantara Satu Berita Investasi – Rencananya, Air Products and Chemicals Inc (APCI) akan berinvestasi sebesar 15 miliar dolar AS atau setara dengan Rp210 triliun. Adapun investasi tersebut untuk pembangunan industri gasifikasi batubara dan turunannya di Indonesia. Komitmen investasi perusahaan asal Amerika Serikat ini, ditegaskan dalam penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia yang disaksikan langsung oleh Presiden Joko Widodo dalam lawatan ke Uni Emirat Arab.

” Ini adalah sebagai bentuk penerjemahan visi besar Presiden RI, termasuk dalam transformasi ekonomi dan hilirisasi industri. Total nilai investasi yang disepakati tadi mencapai 15 miliar dolar AS. ” terang Menteri Bahlil Lahadalia dalam keterangan tertulisnya yang disampaikan di Jakarta.

Kerjasama Bertujuan Dorong Hilirisasi Sumber Daya Alam

Adapun kesepakatan investasi ini yaitu berupa pendirian fasilitas gasifikasi untuk konservasi batu bara bernilai rendah menjadi produk kimia bernilai tambah tinggi, seperti metanol, DME (Dimethyl Ether), dan bahan kimia lainnya. Dengan terjalinnya kerjasama tersebut kata Bahlil, dimaksudkan untuk mendorong hilirisasi sumber daya alam dan meningkatkan substitusi impor.

Lebih jauh dirinya menerangkan, dalam kesepakatan ini, pihak APCI akan bekerja sama dengan BUMN dan pengusaha nasional di sejumlah lokasi, seperti Sumatera, Kalimantan, Maluku, serta Papua. Hal itu menjadi komitmen pemerintah Indonesia dalam menerapkan model investasi yang kolaboratif dan inklusif. ” Dalam konteks ini, kita langsung menindaklanjuti dengan perusahaan-perusahaan tersebut. Realisasinya akan mulai berjalan awal tahun 2022 nanti. Jadi saya pikir ini angka yang baik, tinggal bagaimana kita mengawal pada tindakan teknisnya. ” ucap Bahlil Lahadalia.

Penandatanganan MoU Disaksikan Presiden, Berikan Motivasi Kuat Bagi APCI

Sementara itu Presiden, Chairman sekaligus CEO dari Air Products and Chemicals, Shefi Ghasemi, menyampaikan rasa suka citanya atas penandatanganan MoU tersebut. terlebih lagi disaksikan secara langsung Presiden Joko Widodo. ” Ini memberikan motivasi yang semakin kuat bagi kami untuk dapat segera merealisasikan investasi di Indonesia. Terima kasih atas dukungan penuh dari Kementerian Investasi selama ini. Kami siap untuk segera menindaklanjuti. ” kata Shefi Ghasemi.

Dan sebagai langkah konkret, Air Products juga langsung menandatangani MoU dengan BUMN serta perusahaan nasional Indonesia lainnya, yakni:

  1. Proyek batubara menjadi Dimethyl Ether (DME) antara PT Indika Energy Tbk dan APCI
  2. Proyek gas alam menjadi amonia biru antara PT Butonas Petrochemical Indonesia dan APCI
  3. Proyek batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME) antara PT Batulicin Enam Sembilan dan APCI
  4. Proyek gasifikasi batu bara untuk produksi metanol antara PT Bukit Asam dan APCI

Air Products and Chemicals sendiri merupakan perusahaan besar di bidang pengolahan gas dan kimia asal Amerika Serikat yang sudah berdiri sejak tahun 1940 silam.

Tinggalkan komentar