Budi Karya Dorong Bandara Kertajati Kembangkan Angkutan Kargo

Steve Tamaela

Nisantarasatu.id – Pengembangan angkutan kargo dan pemeliharaan pesawat/maintenance, tepair, overhaul (MRO) di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Majalengka didorong oleh Menteri Perhubungan (Menhub) RI Budi Karya Sumadi, agar lebih optimal lagi. Ia menjelaskan, Bandara tengah disiapkan menjadi pusat kegiatan logistik dan pemeliharaan pesawat, disamping menjadi tempat embarkasi dan debarkasi haji dan umrah. “ Kita harus gencar menyosialisasikan barang-barang apa saja yang bisa dikirim lewat Bandara dan juga keunggulan biaya yang lebih efisien. ” tutur Budi Karya dalam keterangannya yang dipantau di Jakarta.

Ketika meninjau Bandara, Menhub menggelar pertemuan dengan pihak BIJB, Angkasa Pura II, Airnav, Garuda Maintenance Facilities (GMF), dan jajaran Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub. Dikesempatan itu dirinya mendorong, supaya pengelola Bandara untuk berkomunikasi dengan para perusahaan kargo internasional, misalnya dari Dubai, Hongkong, dan negara lainnya, agar pergerakan angkutan kargo terus meningkat. “ Perlu dilakukan presentasi ke Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) untuk memperkenalkan Bandara Kertajati kepada calon investor yang memiliki sejumlah keunggulan, salah satunya mampu didarati pesawat wide body. Kita juga perlu memetakan potensi investasi di sekitar bandara ini. ” ucapnya.

Bandara Kertajati Bisa Untuk Pemeliharaan Pesawat Pemerintah

Sementara terkait optimalisasi pemanfaatan fasilitas pemeliharaan pesawat (MRO), Budi Karya mengajak pengelola Bandara Kertajati untuk berkomunikasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Pemerintah Daerah, dan instansi terkait lainnya. “ Bandara bisa digunakan untuk pemeliharaan pesawat pemerintah. ” ujar Menhub RI.
Sedangkan menurut Dirut BIJB Kertajati Muhammad Singgih, bahwa saat ini pihaknya tengah menyiapkan Bandara Kertajati sebagai kawasan terintegrasi/pusat pemeliharaan pesawat (AMO Center). ” Potensi pasar pemeliharaan pesawat masih besar karena sekitar 46 persen dari pesawat Indonesia masih melakukan pemeliharaan pesawat di luar negeri. “ terangnya.

Oleh karena itu ia menuturkan, permohonan dukungan dari pemerintah untuk meningkatkan daya saing pemeliharaan pesawat, diantaranya yaitu memusatkan armada pesawat yang dimiliki pemerintah (Basarnas, BNPB, dan instansi terkait lainnya) untuk melakukan pemeliharaan pesawat di Bandara Kertajati. Selain itu sambung Singgih, termasuk pula memberikan insentif berupa pembebasan bea masuk dan pembebasan biaya take off landing untuk pesawat yang akan melakukan maintenance, dukungan bea cukai, jaringan listrik, air, dan kesiapan fasilitas penunjang lainnya.Bandara Kertajati memiliki luas gedung terminal kargo 4.480 m2.

Leave a Comment