Sandiaga Uno: Warga Berlibur di Tahun Baru, Bangkitkan Ekonomi

M. Sanudin

Nusantarasatu.id – Antusiasme masyarakat untuk berlibur di masa Natal dan Tahun Baru (nataru) 2021/2022, mendapatkan apresiasi dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) RI Sandiaga Uno. Karena menurutnya, hal itu membawa dampak positif bangkitkan ekonomi dalam negeri. Ditambahkan olehnya, jika masyarakat sudah mulai berani melakukan perjalanan wisata sepanjang tahun 2021 disebabkan terkendalinya pandemi Covid-19 dan perluasan vaksinasi di berbagai penjuru Indonesia. “ Namun, kita harus tetap waspada terhadap varian baru Omicron yang menyebar lebih massif. ” tuturnya dalam keterangan Weekly Press Briefing, di Jakarta.

Walaupun belum terdapat hitungan secara pasti, tetapi Sandiaga memprediksi momen nataru 2021/2022 lebih baik dibandingkan tahun 2020/2021. Sepanjang nataru sambungnya, tempat wisata seperti Taman Impian Jaya Ancol di Jakarta Utara mencapai 18 ribu kunjungan pada Sabtu (25/12) yang lalu. Adapun pada Sabtu (1/1), ada 9 ribu pengunjung di kawasan tersebut. Sedangkan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) di Jakarta Timur, dilaporkan jumlah kunjungan mencapai 14 ribu pengunjung pada Minggu (26/12/2021) dan 16.137 ribu orang pada Minggu (2/1/2022).

Sementara itu, di Taman Margasatwa Ragunan tercatat sebanyak 17.866 ribu pengunjung pada Sabtu (1/1/2022) dan 16.909 ribu orang pada Minggu (2/1/2022). “ Begitu pula di Bali. Meski jumlah turis asing masih sangat sedikit, wisatawan domestik semakin ramai berdatangan ke Bali. ” terang mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta tersebut.

Libur Berakhir, Jumlah Keberangkatan Dari Bali Diperkirakan Meningkat

Merujuk pada pernyataan Stakeholder Relation Manager Angkasa Pura I, Taufan Yudhistira, jumlah keberangkatan penumpang ketika arus balik pada Sabtu (1/1/2022) lalu, tercatat sebanyak 11.271 orang yang diangkut dengan 81 penerbangan. Kemudian dengan berakhirnya masa liburan akhir tahun, diprediksi jumlah keberangkatan akan meningkat hingga kisaran 15 ribu lebih penumpang yang akan meninggalkan Bali.

Sedangkan untuk okupansi hotel, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) melaporkan terdapat kenaikan saat malam pergantian tahun baru secara nasional walaupun peningkatannya tidak merata. Selanjutnya, tingkat keterisian tetap lebih tinggi dari pada tahun lalu meski pemerintah menghapus cuti bersama. Diperkirakan oleh Sekretaris Jenderal PHRI Maulana Yusran, bahwa tingkat okupansi pada akhir tahun secara nasional bisa mencapai target kenaikan 5-10 persen. “ Tahun lalu, rata-rata keterisian hotel pada Desember hanya di kisaran 40 sampai 50 persen. ” ucapnya.

Selanjutmya disampaikan oleh Wakil Ketua Bidang Budaya Lingkungan dan Humas Badan Pengurus Daerah (BPD) PHRI Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Rai Suryawijaya, bahwa rata-rata tingkat hunian (okupansi) kamar hotel secara regional Bali pada liburan Natal 2021 mencapai 55 persen. “ 95 persen yang memenuhi okupansi adalah wisatawan nusantara. ” pungkasnya.

Leave a Comment