Banyak Ajang Besar di Indonesia, Prokes Perlu Diawasi

Perlu pengawasan penerapan protokol kesehatan (prokes) mengingat Indonesia akan menjadi tuan rumah Banyak Ajang Besar Di Indonesia, nasional dan internasional

Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) Airlangga Hartarto

Nusantara Satu Berita Olahraga – Dikatakan oleh Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) Airlangga Hartarto, bahwa perlu pengawasan penerapan protokol kesehatan (prokes) mengingat Indonesia akan menjadi tuan rumah sejumlah ajang olahraga nasional dan internasional. ” Perlu dilakukan pengawasan bersama dalam penerapan prokes terkait rencana diadakannya event-event besar. ” ucap Airlangga dalam keterangan resminya.

Adapaun sejumlah event yang diselenggarakan di Indonesia, diantaranya yaitu Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) Papua yang berlangsung pada tanggal 2 hingga 15 November dan World Superbike (WSBK) di Mandalika pada 19-21 November mendatang. Disamping itu, terdapat pula tiga rangkaian turnamen bulu tangkis BWF yang bakal berlangsung di Pulau Dewata, Bali, yakni Indonesia Masters pada 16-21 November, Indonesia Open pada 23-28 November serta BWF World Tour Finals pada 1 hingga 5 Desember di Bali. Bukan hanya ajang olahraga saja, Indonesia juga akan menjadi tuan rumah rangkaian acara Pertemuan G20 yang sedianya akan dimulai pada awal bulan Desember 2021.

Masyarakat Diminta Patuhi Prokes dan Akan Terus Dorong Percepatan Vaksinasi

Sebelumnya Menko Perekonomian RI menyebutkan, syarat untuk menonton ajang olahraga, salah satunya WSBK, adalah sudah melaksanakan vaksinasi Covid-19 secara lengkap atau dua dosis. Dengan mempertimbangkan meningkatnya mobilitas seiring melandainya kasus Covid-19, Menteri dari Partai Golkar ini mengingatkan, agar masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan. Iapun juga menekankan, akan terus mendorong percepatan vaksinasi. Disisi lain, capaian vaksinasi Covid-19 dosis satu untuk luar Jawa Bali. Dari 27 provinsi yang ada, terdapat lima provinsi yang sudah di atas angka rata-rata nasional yang mencapai 57,53 persen.

Adapun sejumlah Provinsi itu di antaranya yaitu Kepulauan Riau, Kepulauan Bangka Belitung, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur dan Sulawesi Utara. Akan tetapi, sebanyak 22 provinsi lainnya masih berada di bawah rata-rata nasional dan perlu terus diakselerasi. Sementara itu untuk capaian vaksinasi dosis dua di luar Jawa-Bali, terdapat empat provinsi yang sudah di atas angka rata-rata nasional mencapai 35,44 persen. yakni Kepulauan Riau, Kepulauan Bangka Belitung, Kalimantan Timur serta Jambi. Berdasarkan catatan, ada 23 provinsi lainnya masih berada di bawah rata-rata nasional dan harus terus dipercepat.

Dan bukan itu saja, guna menekan mobilitas, Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) dapat menggunakan hasil tes antigen (H-1) bagi pelaku perjalanan yang sudah divaksin dua kali, atau hasil tes PCR (H-3) bagi pelaku perjalanan yang baru divaksinsebanyak satu kali. Lebih jauh disampaikan oleh Menko Perekonomian RI Airlangga Hartarto, penggunaan hasil tes antigen bisa digunakan, baik untuk masyarakat Jawa-Bali maupun Luar Jawa-Bali. Walaupun begitu sambungnya, ia memastikan akan terus memonitor pelaku perjalanan secara intens. ” Harus terus dimonitor dari waktu ke waktu, dan apabila terjadi lonjakan kasus dapat segera ditindaklanjuti. ” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Email Anda tidak akan dishare ke siapapun

Website ini menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalan Anda. Kami berharap Anda setuju dengan hal ini, namun Anda dapat memilih untuk tidak setuju. Setuju Baca lebih lanjut

Anda Segang offline