Stretch Mark Dimasa Kehamilan

Reza Arya

stretchmark

Terjadinya stretch mark pada masa kehamilan merupakan hal yang wajar dan tidak berbahaya. Kondisi tersebut dapat muncul akibat kulit yang meregang dengan cepat ketika ukuran perut ibu hamil semakin membesar seiring bertambahnya usia kehamilan. Walaupun sering terjadi, namun munculnya stretch mark pada waktu hamil sebenarnya bisa dicegah dengan beberapa cara mudah.

3 Tips Cegah Strech Mark

1. Jaga Kelembapan Kulit

Stretch mark lebih sering terjadi pada kulit yang kering. Oleh karena itu, sangat penting untuk mencukupi kebutuhan cairan tubuh guna mencegah stretch mark dengan banyak minum air putih, setidaknya dua liter air setiap hari. Jaga juga kelembapan kulit dari luar dengan menggunakan krim pelembap yang aman bagi ibu hamil. Biasanya, krim tersebut mengandung campuran vitamin dan zat tertentu untuk meminimalisir risiko timbulnya stretch mark.

Selain pakai produk krim pelembap, Anda bisa juga memakai cara alami lainnya untuk melembapkan kulit. Seumpamanya dengan memakai gel lidah buaya yang tinggi vitamin A, C, E serta berbagai kandungan lainnya seperti kalium dan niasin. Anda bisa menggosokkan gel aloe vera pada guratan kulit tersebut kemudian diamkan selama 15 menit lalu cuci dengan air hangat.

Selain itu, Anda bisa pula menggunakan minyak jarak atau minyak kelapa untuk melebabkan kulit di area perut. Keduanya tinggi kandungan asam lemak tidak jenuh dan vitamin E yang baik untuk kesehatan kulit. Asam lemak tidak jenuh mampu terserap melalui pori-pori dan melembapkan kulit. Kandungan vitamin E dapat memperbaiki kulit dan melindungi kulit agar tidak pecah-pecah atau retak.

<img decoding=
Ibu Hamil Alami Obesitas

2. Jaga Berat Tubuh Ketika Hamil

Mempunyai berat badan yang sehat sebelum dan selama hamil adalah cara yang terbaik untuk mencegahtimbulnya stretch mark . Sejumlah penelitian melaporkan, bahwa kenaikan indeks massa tubuh yang berlebihan akan meningkatkan risiko stretch mark pada masa kehamilan.

Maka dari itu, penting kiranya bagi Anda untuk memerhatikan dan mengendalikan pertambahan berat badan selama kehamilan. Terutama bagi perempuan yang sebelum hamil sudah memiliki berat badan berlebih. Idealnya, ibu hamil harus menambah 0,4–2.2 kilogram selama trimester pertama, dilanjutkan 0,4 kilogram setiap minggu setelahnya. Untuk mengetahui berat badan yang ideal untuk Anda ketika masa kehamilan, sebaiknya konsultasikan pada dokter dan ahli gizi.

3. Seimbangkan Kebutuhan Gizi

Meskipun harus menjaga pertambahan berat badan, namun penting juga untuk memerhatikan jenis makanan yang Anda konsumsi. Mencukupi gizi dengan sumber makanan yang tepat dapat mencegah terjadinya stretch mark ketika sedang hamil.

Salah satu nutrisi yang penting diperhatikan yakni vitamin C. Vitamin yang banyak terdapat dalam buah-buahan dan sayur-sayuran ini berperan untuk pembentukan kolagen yang menjaga elastisitas kulit. Anda bisa menemukan vitamin C pada buah-buahan seperti jeruk, anggur, stoberi, hingga jambu biji. Selain vitamin C, vitamin A, D, dan E serta senyawa seperti zink dan asam lemak tidak jenuh juga berperan dalam timbulnya stretch mark.

Leave a Comment