Airlangga: CPOPC Siap Wujudkan Industri Sawit Berkelanjutan Global

Indonesia bersama negara-negara produsen minyak sawit dunia dalam Dewan CPOPC, sudah mencapai tonggak monumental pengembangan minyak sawit berkelanjutan global

Menteri Koodinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto

Nusantarasatu.id – Dikatakan oleh Menteri Koodinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, bahwa Indonesia bersama negara-negara produsen minyak sawit dunia dalam Dewan Negara-Negara Produsen Minyak Sawit (CPOPC), sudah mencapai tonggak monumental menyangkut pengembangan minyak sawit berkelanjutan global. ” Hari ini, kami telah mencapai tonggak dari pengembangan minyak sawit berkelanjutan global sebagai negara produsen minyak sawit. ” ucap Airlangga di sela Pertemuan Tingkat Menteri ke-9 Dewan Negara-Negara Produsen Minyak Sawit (CPOPC), di Jakarta.

Iapun menambahkan, jika anggota CPOPC telah menyetujui protokol untuk mengubah Piagam CPOPC, baik anggota lama ataupun anggota baru, seluruhnya akan mengikuti prosedur ratifikasi internal untuk mengadopsi dokumen tersebut. Kemudian dirinya menyampaikan, bila pandemi Covid-19 masih terus menghantui serta dapat menghambat laju pemulihan perekonomian global. Disisi lain, harga komoditas yang terus mengalami peningkatan, terutama kelapa sawit, juga menciptakan peluang bagi negara produsen untuk mendukung perbaikan ekonomi. Pada tahun 2021, nilai ekspor minyak sawit mencapai 29 miliar dolar AS, meningkat 115 persen jika dibandingkan tahun sebelumnya.

Pada pertemuan tersebut, turut dibahas perspektif negara anggota mengenai market outlook, kenaikan harga, kestabilan harga, dan program mandatori Biodiesel (B30). ” Dengan dimulainya kepemimpinan Indonesia di G20 tahun 2022, CPOPC akan melihat kemungkinan untuk memanfaatkan forum ini untuk mempelopori perspektif dan kepentingan negara-negara produsen minyak sawit. ” sebut Airlangga.

Propaganda Lawan Minyak Sawit Jadi Lebih Serius

Sementara itu, Menteri Perladangan dan Komoditi Malaysia YB Datuk Hajah Zuraida Kamaruddin menuturkan keprihatinannya terhadap sentimen kampanye anti sawit. Dimana dari waktu ke waktu terus menjadi sorotan dari sejumlah pihak. ” Meskipun secara fakta bahwa kelapa sawit adalah tanaman yang jauh lebih efisien dibandingkan dengan tanaman penghasil minyak lainnya, propaganda melawan minyak sawit telah menjadi lebih serius. Dan itu adalah sesuatu yang perlu dilawan oleh CPOPC dengan cara yang lebih efektif. ” ujar Zuraida.

Iapun berpendapat, bila CPOPC perlu lebih menekankan pada informasi yang mudah dicerna dan berukuran gigitan dalam bentuk narasi dan grafik guna mengubah persepsi. ” Peran CPOPC diperlukan sebagai badan yang mendorong keterlibatan dalam pengembangan industri minyak sawit berkelanjutan secara global. CPOPC juga memiliki peran penting dalam membantu jutaan petani kelapa sawit dan pemangku kepentingan di seluruh dunia. Upaya ini akan membantu memastikan bahwa industri minyak sawit berkomitmen penuh terhadap tujuan pembangunan (SDGs) PBB.” imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama diungkapkan, negara yang akan masuk jadi anggota CPOPC yaitu Kolombia, Ghana, Honduras dan Papua Nugini dapat memperkuat organisasi tersebut dan meningkatkan upaya mempromosikan pengembangan kelapa sawit berkelanjutan secara global. Pertemuan ini menghasilkan beberapa poin penting yang di adopsi dari kerangka prinsip global tentang Minyak Sawit Berkelanjutan. Adapun kerangka kerja CPOPC ini nantinya akan masuk dalam keterlibatan kemitraan internasional, terutama sistem PBB serta organisasi internasional terkait lainnya.

1 Komen
  1. - Nusantarasatu 101

    […] Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi menerbitkan aturan baru ekspor CPO, yakni Peraturan Menteri Perdagangan terbaru Nomor 30 Tahun 2022 tentang Ketentuan Ekspor Crude […]

Tinggalkan Balasan

Email Anda tidak akan dishare ke siapapun

Website ini menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalan Anda. Kami berharap Anda setuju dengan hal ini, namun Anda dapat memilih untuk tidak setuju. Setuju Baca lebih lanjut

Anda Segang offline