Pemprov Sulsel Alokasikan Dana Pemulihan Ekonomi Covid-19 Rp1,3 triliun

Mulyadi

Nusantarasatu.idPemprov Sulawesi Selatan kembali mengalokasikan anggaran untuk Pemulihan Ekonomi Covid-19 dan infrastruktur dalam Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pokok tahun anggaran 2022. ” Alokasi anggaran yang diperuntukkan untuk program pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19 dalam RAPBD tahun 2022 sebesar Rp1,3 triliun lebih atau 15,35 persen. ” ucap Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Andi Sudirman Sulaiman saat rapat paripurna di kantor DPRD Sulsel, Makassar.

Sementara untuk program penciptaan dan penyerapan lapangan kerja, dialokasikan dana sebesar Rp4,02 miliar lebih atau 0,04 persen dari total belanja daerah. Kemudian, alokasi untuk infrastruktur sekitar berjumlah Rp1,8 triliun lebih atau 70,99 persen dari jumlah Dana Alokasi Umu. (DAU) dan Dana Belanja Hibah (DBH) serta pemberdayaan masyarakat desa sebesar Rp20,16 miliar lebih atau 0,22 persen.

Ketergantungan Fiskal dari Dana Transfer Diatas 50 Persen

Lebih jauh Andi Sudirman menjelaskan, pengendalian untuk meminimalkan potensi refocusing dan realokasi anggaran tentu berdampak pada terjadinya perubahan dalam Peraturan Kepala Daerah atau Perkada tentang penjabaran APBD atau perubahan parsial. ” Kita semua berharap agar tahun 2022 lebih terkendali pandemi khususnya di Sulsel dan Indonesia pada umumnya. Sebab, ketergantungan fiskal pemerintah provinsi terhadap dana transfer masih di atas 50 persen. ” terangnya.

Sehingga bisa disebutkan, bila kebijakan parsial tidak saja terkait kondisi internal pemerintah daerah, akan tetapi yang lebih dominan adalah kondisi eksternal yakni kondisi perekonomian nasional. Kedepan sambung Sudirman, proses refocusing dan realokasi akan lebih sistematis dalam penyusunannya. Dalam artian, bahwa hal-hal yang tidak selaras dengan regulasi tentu akan dikendalikan dengan baik. Sehingga, apa yang dialami pada tahun 2021 dan tahun sebelumnya tidak terjadi kembali.

RAPBD Provinsi Sulsel Diusulkan Sebesar Rp9,2 Triliun

Sebagaimana yang telah diinfokan sebelumnya, RAPBD pokok 2022 diusulkan sebesar Rp9,2 triliun atau berkurang Rp1,6 triliun. Rencana belanja tersebut bersumber dari komponen belanja operasi Rp6,9 triliun. Yaitu berlanja pegawai Rp3,3 triliun, belanja hibah Rp1,4 triliun yang sebagian besar diperuntukkan dana belanja opersional sekolah, dan bantuan modal Rp1,6 triliun serta belanja tidak terduga Rp185 miliar.

Sementara itu disampaikan oleh Wakil Ketua Badan Anggaran DPRD Sulsel, Fachruddin Rangga, rencana anggaran Rp1,3 triliun lebih tersebut untuk pemulihan ekonomi meski tepat sasaran. Walaupun masih akan dibahas pada tingkat komisi-komisi dan rapat lainnya sebelum disahkan menjadi Peraturan Daerah APBD 2020. ” Ada tiga hal yang mesti diperhatikan dalam percepatan pemulihan ekonomi, seperti di bidang pertanian, perikanan dan Usaha Kecil Menengah Mikro atau UMKM. Meskipun nantinya anggaran itu akan dipecah-pecah pada bidang lainnya berkaitan pemulihan ekonomi kita di Sulsel. ” tandasnya.

Leave a Comment