Beragam Manfaat Daun Neem Untuk Kulit dan Rambut

Rizky Ramadhan

Updated on:

Nusantara Satu Nutrisi – Pada daun neem alias daun mimba, terkandung lebih dari 140 senyawa aktif yang memiliki sifat antioksidan, antijamur, antibakteri, antiparasit, antimikroba, dan antiinflamasi. Karena kandungan senyawanya memiliki ragam manfaat daun neem dikenal sebagai obat herbal untuk mengatasi berbagai penyakit, terutama masalah kulit dan rambut.

4 Manfaat Daun Neem Bagi kesehatan kulit dan rambut

Berikut ini berbagai manfaat daun mimba untuk kulit dan rambut yang perlu Anda ketahui:

1. Menghilangkan kutu rambut dan ketombe

Daun neem diketahui mengandung azadirachtin, yaitu senyawa yang mampu membasmi kutu rambut. Senyawa ini bekerja dengan cara menghambat pertumbuhan kutu dan mencegahnya berkembang biak. Selain itu, daun neem juga mengandung nimbidin, suatu senyawa yang diketahui efektif untuk mengatasi ketombe, karena sifat antijamur dan antiradangannya.

Karena efek ini, daun nimba sering dimasukkan dalam produk perawatan rambut. Beberapa penelitian menunjukkan, bahwa penggunaan shampo daun mimba efektif dalam mengatasi masalah kutu dan ketombe.

2. Mengatasi jerawat

<img decoding=

Selain untuk perawatan rambut, daun mimba sering ada dalam produk perawatan kulit wajah, seperti sabun muka dan masker wajah. Daun ini terkenal sebagai bahan alami yang lembut dan ringan sehingga sangat cocok untuk semua jenis kulit, khususnya kulit berminyak dan berjerawat.

Sifat antibakteri dan anti-inflamasi dari ekstrak daun mimba, juga dapat menghentikan pertumbuhan bakteri penyebab munculnya jerawat. Selain itu, ekstrak daun mimba juga dapat mengurangi peradangan kulit akibat jerawat dan mengontrol produksi minyak berlebih pada wajah. Dengan cara ini, kulit akan tampak mulus, bersih dan bebas jerawat.

3. Mengurangi kerutan wajah

Paparan sinar matahari dan polusi serta kebiasaan merokok, merupakan sejumlah faktor yang dapat mempercepat munculnya tanda-tanda penuaan dini. Dan untuk mengatasinya, Anda memerlukan perawatan kulit secara rutin. salah satunya yakni dengan menggunakan produk yang mengandung antioksidan alami seperti daun neem.

Produk perawatan kulit yang mengandung daun neem, dipercaya mampu memperlambat penuaan kulit dan mengurangi kerutan halus pada wajah, sehingga tampak lebih kencang dan halus.

4. Mengobati luka dan bisul

Sejak dahulu, ekstrak air daun mimba terkenal sebagai obat tradisional untuk mengobati luka dan bisul. Beberapa penelitian mengungkapkan, bahwa mengoleskan salep yang mengandung ekstrak daun neem dua kali sehari pada area luka atau bisul, dapat sembuh dengan sukses dan tuntas tanpa meninggalkan bekas. Manfaat daun neem ini memiliki senyawa antiradang.

Penting untuk diketahui, bahwa daun neem umumnya aman digunakan di luar tubuh dengan cara dioles. Akan tetapi, hingga kini konsumsi daun neem belum disarankan karena beresiko membahayakan kesehatan, seperti gagal ginjal serta penurunan kadar gula secara drastis.

Apa Itu Daun Neem Atau Daun Mimba?

Neem leaf atau Daun Neem atau Azadirachta indica A. Juss. Ia adalah daun semak/tanaman tanah yang pertama kali ada di wilayah Hindustan di Madhya Pradesh, India. imba masuk atau menyebar ke Indonesia sejak tahun 1500-an, dan daerah budidaya utama berada di pulau Jawa.

Appelasi Yang Berbeda

Nama daerah: Imba, Mimba (Jawa); Membha, Mempheuh (Madura); Intaran, Mimba (Bali)
Inggris/Belanda: Margosier, Margosatree, Neembaum
Nama ilmiah: Azadirachta indica.

Morfologi

Ini adalah pohon yang tinggi, yang batangnya bisa mencapai 20 meter. Kulit tebal, batang agak kasar, daun pipih dan bentuk lonjong dengan tepi bergerigi dan lancip, sedangkan buah berbiji sepanjang 1 cm. Buah mimba, berbunga dan berbuah 1-2 kali dalam setahun, bentuknya lonjong, daging buahnya kuning saat masak, bijinya tertutup cangkang keras berwarna coklat, dan terdapat cangkang putih di dalamnya. Batangnya cukup melengkung dan pendek, sehingga kayunya tidak tersedia dalam ukuran besar.

Daun mimba tersusun spiral, berkumpul di ujung rantai, dan terdiri dari daun majemuk dengan daun pipih. Daun berjumlah genap di ujung batang dengan 8-16 helai. Tepi daun bergerigi, bergerigi, bergerigi, helaian daun tipis kasar dan mudah rontok. Bentuk daun setengah lanset, pangkal daun runcing, ujung daun runcing dan setengah mengerucut, licin atau sedikit berbulu. Panjang daunnya 3-10,5 cm.

Daunnya berwarna coklat kehijauan, bentuk lonjong lonjong tidak simetris dengan bentuk bulan sabit agak melengkung, panjang helaian daun 5 cm, lebar 3 cm sampai 4 cm. Ujung daun berbentuk kerucut, pangkal daun miring, tepi daun bergerigi kasar. Vena daun dangkal, tulang cabang utama biasanya berjalan hampir sejajar satu sama lain.

Habitat

Tumbuhan liar di hutan, ada juga menjadi kultur tanaman sebagai pohon pelindung di sepanjang jalan. Banyak tumbuh di wilayah Jawa Barat, Jawa Timur, dan Madura pada ketinggian 1 hingga 300 meter di atas permukaan laut. Biasanya di tempat yang sangat kering, di pinggir jalan, di hutan terbuka.