Di 2030, Pemerintah Targetkan Tidak Ada Lagi Kasus infeksi HIV baru

Nur Afni

Nusantarasatu.id – Pada tahun 2030 mendatang, pemerintah menargetkan tidak ada lagi kasus infeksi HIV baru, kasus kematian akibat AIDS, dan diskriminasi pada orang dengan HIV/AIDS (ODHA). ” Tujuan akhir 2030 adalah mencapai Three Zero, yaitu tidak ada lagi infeksi baru, tidak ada lagi kematian akibat AIDS, dan tidak ada diskriminasi pada ODHA. ” ucap Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmidzi di Jakarta.

<img decoding=
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmidzi

Iapun merasa optimistis, jika target itu dapat dicapai dengan menjalankan strategi 95-95-95. Yaitu 95 persen ODHA mengetahui status infeksi HIV-nya, 95 persen ODHA menjalani terapi pengobatan antiretroviral (ARV), dan 95 persen ODHA kadar virus dalam darahnya tersupresi. Human immunodeficiency virus atau HIV, merupakan virus yang merusak sel-sel dalam sistem kekebalan tubuh manusia dan AIDS atau acquired immune deficiency syndrome digunakan untuk menyebut kumpulan gejala infeksi dan penyakit yang terjadi ketika sistem kekebalan tubuh rusak akibat HIV.

” Kalau kita sakit HIV dan kemudian bertambah berat tingkat keparahannya maka kita akan sampai pada kondisi yang kita sebut sebagai AIDS. Jadi virus itu memanfaatkan kondisi tubuh kita yang lemah yang kemudian menimbulkan penyakit-penyakit. ” tutur Nadia Tarmizi.

HIV Bisa Menular Lewat Penggunaan Jarum Suntik

HIV sendiri ditemukan pada cairan tubuh orang yang terinfeksi. Virus tersebut utamanya menular lewat aktivitas seksual yang tidak aman. Disamping itu, HIV bisa menular lewat penggunaan jarum suntik secara bergantian atau menular dari ibu kepada bayi pada masa kehamilan, kelahiran, maupun menyusui. Infeksi HIV sendiri hingga saat ini belum dapat diobati. Walau begitu, sudah ada terapi obat yang efektif mendukung ODHA menjalani hidup sehat lebih lama.

Obat-obat antiretroviral, digunakan untuk mengatasi serangan HIV. Obat ini bekerja dengan cara menghentikan replikasi virus di dalam tubuh. Sehingga memungkinkan sistem imun untuk memperbaiki diri dan mencegah kerusakan lebih lanjut. Lebih jauh ia mengemukakan, pentingnya kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, swasta, serta seluruh elemen masyarakat dalam upaya mencegah dan mengendalikan penularan HIV/AIDS serta mencapai target penanggulangan HIV/AIDS pada 2030. ” Penguatan kemitraan multipihak dan tentunya inovasi perlu dilakukan untuk memastikan bahwa upaya penanganan HIV AIDS di Indonesia ini tetap di dalam jalur yang seharusnya. ” ungkapnya.

Hari AIDS Sedunia Bisa Jadi Momentum Untuk Hentikan Penularan HIV/AIDS

Untuk itu diapun mengharapkan, agar peringatan Hari AIDS Sedunia tahun ini menjadi momentum guna meneguhkan komitmen untuk menghentikan penularan HIV/AIDS.Nadia mengatakan bahwa tahun 2020 kasus infeksi baru HIV tercatat 47 persen lebih rendah dibandingkan pada 2010 lalu.

Nadia menilai, jumlah orang yang hidup dengan HIV di Indonesia pada 2020 tercatat sebanyak 543.100 orang, dengan estimasi orang dengan infeksi HIV yang meninggal dunia sebanyak 30.100 orang dan kasus kematian yang dilaporkan sebanyak 10.103 kasus. Disampaikan olehnya, sebanyak 149.883 orang yang tersebar di 502 kabupaten dan kota telah mengakses layanan terapi pengobatan ARV untuk mengatasi serangan HIV. Ia berharap, angka kasus infeksi baru, angka kesakitan, dan angka kematian akibat HIV bisa ditekan pada masa pandemi Covid-19.

Tinggalkan komentar