Legislator: Tingkatkan Ekspor Ikan Harus Diimbangi Kebutuhan Domestik

Nur Afni

Nusantarasatu.id – Kinerja Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam meningkatkan ekspor ikan, mendapat apresiasi dari anggota Komisi VII DPR RI, Andi Akmal Pasluddin. Namun begitu, ia mengingatkan, agar peningkatan tersebut harus diimbangi dengan pemenuhan kebutuhan domestik perikanan di tanah air. Dalam siaran persnya di Jakarta, Minggu, (12/12/2021) dirinya juga menekankan, meski kinerja ekspor perikanan mengalami tren yang positif, tetapi pemerintah juga mesti memperhatikan kebutuhan dalam negeri terutama untuk memenuhi protein tiap penduduk Indonesia.

Adapun capaian kinerja ekspor hasil perikanan pada bulan Januari hingga Oktober 2021, tercatat sebesar 4,56 miliar dolar AS, atau meningkat 6,6 persen dibanding periode yang sama pada tahun 2020 lalu. ” Negara kita memang sangat kaya akan sumber daya alamnya. Namun dengan melimpahnya pangan nasional, jangan sampai penduduknya malah kekurangan. Perlu di ketahui, bahwa tiap penduduk Indonesia ini butuh protein ‘rata-rata’ sekitar 46 gram/hari untuk wanita, dan rata-rata 56 gram/hari untuk pria. ” tuturnya.

Program Gemar Makan Ikan Perlu Digalakkan Kembali

Lebih jauh dirinya menyebutkan, bahwa program gemar makan ikan yang sudah berjalan baik perlu lebih digalakkan lagi, karena jangkauannya dinilai masih kurang luas dan intensif. Terlebih lagi sambung Akmal, masih banyak wilayah Indonesia yang masyarakatnya kurang gemar mengkonsumsi ikan.” Ini boleh jadi karena pada suatu daerah tertentu, harga ikan dirasa cukup mahal atau ketersediaannya sangat minim.” ujar Akmal seraya menambahkan, sumber daya alam yang baik di negara ini juga perlu diimbangi dengan cara mengeksplorasi secara optimal dengan memperhatikan aspek lingkungan yang berkelanjutan.

Sementara itu diungkapkan oleh Lektor Kepala Politeknik Ahli Usaha Perikanan, Dr. Niken Dharmayanti, berdasarkan sebuah survei terhadap 4 kelompok pengkonsumsi ikan dengan frekuensi yang berbeda dan diamati selama 16 tahun, didapati hasil, kelompok pertama makan ikan tiap hari. Kemudian kelompok yang kedua, makan ikan kadang-kadang. Sedangkan yang ketiga, jarang sekali makan ikan dan terakhir tidak makan ikan sama sekali. ” Hasil kelompok 1 pada umumnya memiliki angka kematian yang rendah dibandingkan kelompok 4 berkaitan berbagai macam kanker, jantung dan hepatitis. ” terang Dr. Niken.

Di Dalam Ikan Terkandung Senyawa Untuk Menstimulus Imun Tubuh

Sebagaimana yang telah dikabarkan sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mendorong peningkatan konsumsi ikan di tengah pandemi Covid-19. Terlebih lagi, karena di dalam ikan terkandung imunostimulan atau senyawa yang dapat menstimulus imun dalam tubuh.

Sehubungan dengan konsumsi ikan, pada kesempatan berbeda, sebelumnya anggota Komisi IV DPR RI Slamet menyatakan, bahwa tingkat konsumsi ikan nasional perlu seperti di Jepang, agar dapat mengatasi sejumlah permasalahan gizi seperti mengentaskan fenomena stunting di Indonesia. ” Kalau mau cerdas idealnya seperti di Jepang 140 kilogram per kapita per tahun. Target kita nasional (2021) ada di angka 60 kilogram per orang per tahun untuk mengonsumsi ikan. ” ungkap Slamet

Tinggalkan komentar