Airlangga : Era Industri 4.0, Insinyur Dituntut Berdaya Saing Tinggi

Nur Afni

Updated on:

Nusantarasatu.id – Disebutkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, bahwa profesor maupun insinyur dituntut memiliki daya saing dan tingkat adaptasi tinggi serta adaptif terhadap perkembangan teknologi. “ Di era industri 4.0 saat ini, seorang insinyur dituntut memiliki daya saing dan tingkat adaptasi yang tinggi untuk dapat bersaing secara global serta dapat mengejar dan menyesuaikan diri terhadap perkembangan teknologi yang semakin cepat. ” ucap Airlangga dalam keterangan yang diterima di Jakarta.

Hal ini lanjut Airlangga, disebabkan sektor industri merupakan salah satu sektor yang mencatatkan pertumbuhan yang terus membaik pada masa pandemi Covid-19 dan terus tumbuh 6,58 persen (yoy) sejak Q2-2021. Kemudian dilanjutkan pada Q3-2021 sebesar 3,68 persen (yoy). “ Momentum perbaikan dari sektor industri tentunya juga menjadi hal yang positif bagi para pelaku industri termasuk di dalamnya para insinyur dari bidang ilmu teknik industri. ” tambah Airlangga.

<img decoding=
industri 4.0

PMI Manufaktur Kembali Ekspansif Sebesar 53,5 di Desember 2021

Dan kedepannya lanjut Menko Perekonomian RI, sektor industri diperkirakan masih akan meneruskan tren pertumbuhan positifnya dan menjadi penopang pertumbuhan ekonomi Indonesia. Adapun rasa optimisme pertumbuhan positif pada sektor industri ini, terlihat pada sejumlah leading indicator yang terus berada di area yang positif. PMI Manufaktur kembali berada di wilayah ekspansif dengan mencatatkan angka 53,5 pada bulan Desember 2021.

Sementara itu dalam hubungannya dengan perkembangan dunia industri, profesi Insinyur termasuk bidang teknik industri, dikenal sebagai problem solver yang dapat memberikan solusi praktis dan menyelesaikan berbagai masalah dengan keluasan ilmu yang dimiliki. Sehingga profesi ini ungkap Menko Perekonomian, dapat menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, diharapkan teknik industri perlu melakukan transformasi dari manajemen shop floor ke modern digital engineering yang dikenal sebagai Industry 4.0.

Sedangkan Jenis-jenis teknologi yang perlu dipelajari secara terus menerus dan dikuasai oleh para Insinyur Teknik Industri agar mampu terus bersaing di era Industri 4.0 ini, diantaranya yaitu Internet of Things (IoT), Big Data, Augmented Reality, Kecerdasan Buatan, Integrated System, Cloud Computing, dan Additive Manufacturing.

Pemerintah Telah Luncurkan Peta Jalan Making Indonesia 4.0

Pada kesempatan yang sama ia menyampaikan, bahwa menghadapi era revolusi industri 4.0, pemerintah telah meluncurkan Peta Jalan Making Indonesia 4.0. dalam peta jalan tersebut, terdapat 5 subsektor industri yang diutamakan pada Industri 4.0, diantaranya yakni industri makanan dan minuman, tekstil, otomotif, elektronik, serta industri kimia. “ Ke depan, kebutuhan insinyur-insinyur yang berkualitas tinggi akan muncul dari 5 subsektor industri tersebut dan hal ini haruslah dapat dipenuhi oleh Badan Kejuruan Teknik Industri. “ imbuh Airlangga.

Iapun menilai, jika Presidensi G20 Indonesia bisa menjadi tempat para insinyur untuk turut berkontribusi dalam penciptaan berbagai lighthouse projecst. Dimana selaras dengan tiga visi presidensi kali ini, yaitu di bidang arsitektur kesehatan, transformasi ekonomi digital, dan transisi energi berkelanjutan. “ Di samping memiliki kemampuan teknikal dengan kualitas yang baik, para Insinyur Teknik Industri juga haruslah memiliki kemampuan manajerial dan komunikasi yang baik agar terus dapat memberikan dampak yang besar bagi masyarakat. ” ujar Airlangga Hartarto.

Satu pemikiran pada “Airlangga : Era Industri 4.0, Insinyur Dituntut Berdaya Saing Tinggi”

Tinggalkan komentar