Dalam Evaluasi E-Government 2021, Kominfo Raih Indeks Tertinggi

Nur Afni

Nusantarasatu.id Evaluasi E-Government – Indeks tertinggi dalam hasil evaluasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) atau e-government pada Kementerian, Lembaga, dan Pemerintah Daerah 2021 yang dihelat oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB), berhasil diraih oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

Merujuk pada Surat Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Nomor 1503 Tahun 2021, Kementerian Kominfo mencatat angka indeks SPBE 3,82 dari skala 1-4, atau masuk pada kategori sangat baik. “ Hasil evaluasi sistem pemerintahan berbasis elektronik pada kementerian, lembaga dan pemerintah daerah tahun 2021, telah melalui proses verifikasi, validasi, dan penilaian oleh asesor eksternal, serta review dan pengolahan oleh Tim Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. ” ucap Menteri PAN- RB Tjahjo Kumolo dalam surat keputusannya.

Dan berdasarkan hasil evaluasi tersebut, disamping Kominfo, hanya ada dua kementerian dari 34 kementerian yang memperoleh predikat SPBE sangat baik. Kementerian lainnya itu adalah Kementerian Keuangan dengan angka indeks 3,72 serta Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia dengan angka indeks 3,68. Sementara kementerian lain tercatat ada yang memperoleh hasil baik, cukup, dan bahkan dua kementerian mencatat predikat kurang dalam penerapan SPBE. Kementerian itu yakni Kementerian Sosial dengan angka indeks 1,56 dan Kementerian Perindustrian dengan angka indeks 1,38.

Kominfo Pastikan Peta Jalan Transformasi Digital Berjalan Dengan Baik

Sementara itu sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyebutkan, bahwa pihaknya terus mempercepat solusi digital sebagai upaya mendorong trasformasi digital di berbagai sektor. Upaya ini dinilai sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo agar Kominfo memastikan peta jalan (roadmap) transformasi digital dilaksanakan dengan baik untuk menyambut migrasi aktivitas masyarakat dari ruang fisik ke ruang digital. “ Jadi saya sendiri melihat ini seperti blessing in disguise saat pandemi COVID-19 bagi masyarakat dunia dan secara khusus Indonesia, kita bergerak secara cepat masuk ke era baru, era digital, sejalan juga dengan instruksi teknologi itu sendiri. ” ujar Johnny G Plate.

Mennurut Johnny, akselerasi program ini dinilai penting dilakukan guna mengembalikan momentum pertumbuhan nasional dan aktivitas ekonomi masyarakat di berbagai daerah dan sektor. Adapun upaya akselerasi itu dilakukan dengan meningkatkan pembangunan infrastruktur digital. Seperti jaringan fiber optik, satelit, membangun menara base tranceiver station (BTS) di wilayah yang belum terjangkau akses telekomunikasi.

Bukan itu saja sambung Johnny, juga dengan menambah spektrum frekuensi, menyiapkan tata kelola ruang digital yang memadai, serta menerapkan program Analog Switch Off (ASO) untuk televisi, dan menyiapkan sumber daya manusia (SDM) digital yang handal. “ Kita harus melakukan akselerasi karena transformasi digital ini dilakukan di semua layer (lapisan) dan semua level di Indonesia. “ kata Johnny.

Leave a Comment