Bahas Budaya Matrilineal, Kemendikbudristek Gelar Festival Alek Mandeh 2022

Syahrul Ibrahim

Nusantara Satu Pariwisata – Festival Alek Mandeh 2022 dan pembahasan tetang budaya matrilineal yang berkembang di Sumatera Barat akan digelar oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) pada tanggal 26 hingga 30 Oktober 2022 mendatang. “ Festival Matrilineal Alek Mandeh 2022 dapat mendorong berbagai pihak untuk mengemas kekayaan budaya lokal, seperti budaya kekerabatan matrilineal, ke dalam beragam ekspresi seni yang kekinian. ” ujar Direktur Perfilman, Musik, dan Media Kemendikbudristek, Ahmad Mahendra di Jakarta.

Iapun menambahkan, jika Festival 2022 ini merupakan rangkaian yang tak terpisahkan dari Kenduri Swarnabhumi, yang penyelenggaraannya dimulai pada bulan Agustus lalu. Festival Alek Mandeh 2022 akan digelar dengan mengambil tema ‘Dialektika Perempuan Minangkabau dalam Khasanah Budaya Matrilineal Masa Kini’. Adapun tujuan dari festival tersebut kata Mahendra, untuk menyebarluaskan informasi dan mengedukasi masyarakat tentang perkembangan praktik sistem kekerabatan dari ibu atau yang dikenal sebagai budaya matrilineal.

<img decoding=
Direktur Perfileman, Musik dan Media Kemendikbudristek Ahmad Mahendra

Festival Alek Mandeh 2022 Digelar Untuk Angkat Praktek Kekerabatan Matrilineal

Sementara itu, alasan diselenggarakannnya festival ini yaitu, untuk mengangkat praktik kekerabatan matrilineal, yakni Suku Minangkabau adalah salah satu etnik yang paling banyak mendapatkan perhatian dari peneliti dan pengkaji budaya. Alek Mandeh 2022 dilangsungkan dengan menggandeng Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Sumatera Barat sebagai pelaksana, dan melibatkan pemerintah daerah setempat, pemangku adat, akademisi, pegiat budaya, komunitas, serta para seniman.

Lebih jauh dirinya menyebutkan, bila masyarakat Minangkau biasa menggunakan praktik kekerabatan matrilineal sebagai modal utama untuk daya penggerak mengidentifikasi diri sekaligus merancang masa depan. “ Sasaran dari ajang ini untuk memfasilitasi berkumpulnya pelaku budaya matrilineal Minangkabau, untuk bersama menyusun rencana pemajuan kebudayaan, antara lain rekomendasi kebijakan, inspirasi karya seni, serta jaringan kolaborasi. ” terang Mahendra.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BPNB Sumatera Barat Undri turut mengharapkan, agar festival Alek Mandeh 2022 dapat berfungsi sebagai pedoman identifikasi dan materi kajian terhadap berbagai persoalan budaya matrilineal yang dihadapi suku Minangkabau. Hal ini dimaksudkan sambungnya, agar bisa ditemukan relevansi kontekstual praktik matrilienal dengan realita zaman. Sehingga dengan begitu, dapat memberikan dasar pembangunan ketahanan budaya, sekaligus berkontribusi untuk peradaban dunia.

Sedangkan Direktur Pelaksana Festival Budaya Matrilineal Alek Mandeh 2022, Dede Pramayoza menyampaikan, bahwa acara puncak meliputi diskusi kelompok terpumpun untuk mengumpulkan data dan silaturahim dengan masyarakat adat. Acdapun aara puncaknya sendiri akan digelar di Perkampungan Adat Jorong Ranah Nagari, Kabupaten Sijunjung tersebut, menampilkan pagelaran Baju Kuruang Basiba, pameran atribut matrilineal, pertunjukan seniman perempuan, seperti Rani Jambak, Deslenda dan Zurmailis. ( Nusantara Satu )

Tinggalkan komentar