Dominasi Investor Domestik Perkuat Fundamental Pasar Modal

Nur Afni

Nusaantarasatu.id – Disebutkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, bahwa dominasi investor domestik sepanjang 2021 telah memperkuat fundamental pasar modal terhadap risiko eksternal. “ Porsi yang besar di sisi domestik ini turut berkontribusi dalam meredam taper tantrum yang telah terjadi di Semester II-2021. ” ucap Menko Airlangga dalam Penutupan Perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2021, di Jakarta.

Adapun mayoritas investor pasar modal sambungnya, juga didominasi oleh penduduk dengan kategori usia di bawah 30 tahun. Dimana kategori tersebut mempunyai literasi keuangan dan digital yang relatif tinggi, sehingga lebih cepat menyerap informasi baru di pasar modal. Dalam rangka mendukung pengembangan pasar modal terang Menko Airlangga, tarif PPh Badan telah diturunkan menjadi sebesar 22 persen sepanjang tahun 2021. Bukan itu saja, pemerintah juga telah memberikan insentif tarif PPh Badan yang lebih rendah, yaitu sebesar 19 persen bagi Wajib Pajak Badan dalam negeri yang berbentuk Perseroan Terbuka. Hal ini dilakukan, guna mendorong peningkatan jumlah IPO di pasar modal Indonesia.

Lebih jauh Airlangga menyatakan, sepanjang tahun 2021, terdapat perbaikan di sektor keuangan. Dimana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) meningkat hingga mencapai level 6.500 menjelang akhir tahun. Bahkan pada tanggal 22 November 2021 lalu, pertumbuhan IHSG sempat menembus rekor baru yakni di level 6.723,39. Untuk return di pasar modal Indonesia lanjutnya, juga bisa mencapai 10% (ytd). Sejalan naiknya IHSG, nilai tukar rupiah juga terapresiasi kembali mendekati level pra pandemi. “ Jumlah investor pasar modal telah meningkat signifikan menjadi 7,38 juta atau naik 90,32 persen dibandingkan 2020. Kinerja positif juga terlihat dari sisi peningkatan jumlah Initial Public Offering (IPO) yakni sebanyak 54 perusahaan baru melakukan IPO di 2021. ” jelas Airlangga.

Kepercayaan Masyarakat Pulih, Dorong Ekonomi Tumbuh Positif

Ditambahkan oleh Menko Perekonomian RI, bila pulihnya kepercayaan masyarakat dalam melakukan aktivitas ekonomi telah mendorong ekonomi tetap tumbuh positif di triwulan III-2021, yakni sebesar 3,51 persen (yoy). Hal ini meningkatkan demand yang juga mendorong terjadinya peningkatan aktivitas manufaktur hingga berada di zona ekspansif pada level 53,9 pada bulan November 2021.

Sementara itu terang Airlangga, harga barang dan jasa secara umum rendah dan stabil, baik secara nasional dan spasial. Sedangkan secara tahunan, inflasi November 2021 terjadi di 1,75 persen (yoy) dan 0,37 persen (mtm). Perkembangan itu tuturnya, didorong oleh peningkatan inflasi pada seluruh komponen yang menandakan mulai pulihnya aktivitas dan konsumsi masyarakat. Selain itu, kinerja perbankan juga menunjukkan perkembangan baik. Penyaluran kredit perbankan pada November 2021 tumbuh sebesar 4,82 persen (yoy) atau 4,17 persen (ytd).

Dikesempatan inipun Ia menyampaikan, bila pengendalian pandemi Covid-19 tetap menjadi kunci utama dalam mendorong pemulihan ekonomi tahun depan untuk berbagai sektor, termasuk di pasar modal. Ekspektasi dari para investor akan pemulihan ekonomi nasional, telah tercermin di perkembangan pasar modal sepanjang tahun 2021. “ Koordinasi dan sinergi antara Pemerintah dengan seluruh stakeholders perlu diperkuat dalam menjaga optimisme pelaku pasar di 2022. Semoga seluruh strategi yang telah kita lakukan bersama selama tahun ini dapat menjadi bekal untuk menghadapi tahun depan. “ pungkasnya.

Tinggalkan komentar