Untuk Stabilkan Harga Pangan, Legislator: Perlu Intervensi Pemerintah

Nur Afni

Updated on:

Nusantarasatu.id – Ditegaskan oleh Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Anggia Erma Rini, jika intervensi efektif dari pemerintah dibutuhkan untuk menstabilkan sejumlah harga pangan yang melonjak jauh melebihi harga eceran tertinggi (HET) atau harga acuan penjualan (HAP) yang ditetapkan. “ Di negara kita hampir setiap tahun mengalami (kenaikan harga pangan) itu. Namun, mulai akhir tahun sampai awal tahun ini harga pangan terutama sangat tinggi sekali. ” ucap Anggia dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Kamis (6/1/2022).

Iapun menyebutkan, bila diperlukan kebijakan yang mampu menstabilkan harga dengan kehadiran negara lewat intervensi efektif. Ia menilai, tanpa adanya intervensi pemerintah yang efektif, kenaikan harga pangan dapat menyebabkan situasi dan kondisi yang pelik. ” Ketika musim panen, harga pangan bisa jatuh di bawah harga pasaran, namun pada saat masa tanam, harga pangan bisa melonjak. Perlu diakui, petani diuntungkan jika harga pangan melonjak tajam. Akan tetapi, di sisi lain, daya beli konsumen menjadi turun tajam. ” imbuhnya.

Untuk itu dirinya mengharapkan, agar pemerintah tegas mengintervensi harga pangan supaya tetap stabil, sehingga tidak menimbulkan kesenjangan harga yang signifikan. Adapun salah satu intervensi ini kata Anggia, dengan menyediakan gudang penyimpanan sesuai standar. Disamping itu, juga diperlukan intervensi alur distribusi yang perlu disederhanakan sekaligus ditegaskan lewat kebijakan negara.

DPR Minta Lakukan Penguatan Kordinasi Antar Pemangku Kepentingan

Bukan itu saja, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI inipun menghendaki dilakukan penguatan koordinasi antar pemangku kepentingan. Seperti Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian, dan Bulog, agar infrastruktur dan kebijakannya menuju satu tujuan yang sama. Menurut Anggia, adanya bantuan sosial sembako juga perlu dipertimbangkan supaya kebutuhan pangan dasar masyarakat bisa terpenuhi. “ Ini kan kearifan lokal, menurut saya penting dipertimbangkan. Ketika kita memberikan bantuan sosial, tidak hanya menjawab kebutuhan masyarakat, tetapi bisa juga menstabilkan harga. ” ujar Anggia.

Sebagaimana diketahui, sebelumnya Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, jika pemerintah mengambil kebijakan untuk menyediakan minyak goreng bagi masyarakat dengan harga Rp14 ribu per liter. Kebijakan tersebut jelas Airlangga, diambil sebagai langkah intervensi stabilisasi harga di pasaran. Merujuk pada data Kementerian Pertanian, harga minyak goreng kemasan sederhana rata-rata secara nasional berada di kisaran Rp20 ribu per liter. “ Ini di tingkat konsumen yang berlaku di seluruh Indonesia, dan ini disiapkan untuk enam bulan ke depan. ” tutur Airlangga seraya menambahkan, bila kebijakan tersebut akan dievaluasi pada Mei dan penyediaannya dapat diperpanjang kembali.

Satu pemikiran pada “Untuk Stabilkan Harga Pangan, Legislator: Perlu Intervensi Pemerintah”

Tinggalkan komentar