Himbau Warga Tidak Buang Sampah ke Saluran Air

Antisipasi datangnya musim penghujan sudah dilaksanakan dengan cara melakukan kegiatan pembersihan gorong-gorong saluran air yang ada di setiap lingkungan masing-masing

saluran air kebon jeruk dam

Nusantarasatu.id – Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan, beberapa bulan lalu mencanangkan kegiatan Grebek Lumpur. Dimana kegiatan grebek lumpur akan terus di lakukan secara masif dan serentak di lima wilayah kota jakarta hingga bulan Desember 2021 mendatang. Kegiatan grebek lumpur merupakan salah satu upaya pengerukan lumpur dan sampah pada saluran air sungai maupun kali serta got-got dengan menggunakan alat berat maupun manual dan alat pendukung lainnya.

Adapun langkah pengerukan lumpur dan sampah ini di lakukan, semata-mata sebagai upaya meningkatkan volume tampungan air di sungai pada saat musim penghujan datang, serta melancarkan aliran air yang tersumbat sampah. Instruksi dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengenai kegiatan grebek lumpur di lima wilayah kota Jakarta turut dilaksanakan oleh Kelurahan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

<img fetchpriority=
saluran air kebon jeruk

Kegiatan tersebut sudah dilaksanakan di setiap-setiap kali dan got-got saluran air yang ada di wilayah Kelurahan Kebon Jeruk. sehubungan kegiatan grebek lumpur yang di instruksikan oleh Gubernur DKI Jakarta, dinilai sangat efektif. Disamping itu, warga juga sangat antusias membersihkan gorong-gorong saluran air disetiap wilayah masing-masing. Namun diperlukan peran dan kerja sama warga untuk disiplin dengan tidak membuang sampah secara sembarangan ke saluran air.

Antisipasi Banjir Dilakukan Dengan Bersihkan Saluran Air

Disampaikan oleh Lurah Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Achmad Mawardi. SH, saat di temui di ruang kerjanya, antisipasi datangnya musim penghujan sudah dilaksanakan dengan cara melakukan kegiatan pembersihan gorong-gorong saluran air yang ada di setiap lingkungan masing-masing.

<img decoding=
Lurah Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Achmad Mawardi.SH

“ Kami menyebutnya genangan air bukan banjir. Salah satunya yang ada di jalan Arjuna Selatan dari kantor kelurahan sampai kantor Pratama Pajak. Kita sudah lakukan upaya disitu, serta berkodinasi dengan Satuan Pelaksana Tata Air Kecamatan Kebon Jeruk. Dan sudah dilaksanakan disitu, di bangun kolakan air serta mesin penyedot air untuk mengurangi genangan air yang ada. Jadi antisipasi genangan air yang ada di jalan Arjuna Selatan bila musim penghujan datang, kita bangun kolakan air serta menyediakan petugasnya di lokasi. Dan sudah di coba, Alhamdulillah efektif, genangan air tidak ada. “

Kemudian yang kedua sambung Mawardi, masalah genangan air yang ada di sekitar jalan Kebon Jeruk Raya dekat SMP 75, karena di situ banyak lumpur dan bekas minyak-minyak para pedagang kaki lima serta warteg. Dimana kerap membuang limbah minyaknya ke saluran air, jadi minyak-minyak itu menyatu dengan sampah, sehingga mengeras. Dan itu yang menyebabkan terjadinya genangan air meninggi.

“ Maka dalam hal itu, kita lakukan kegiatan grebek lumpur bersama -sama dengan Dinas Tata Air dan PPSU kelurahan Kebon Jeruk untuk membersihkan gorong-gorong saluran air. Dan kita sudah uji coba, hasilnya alhamdulillah pas hujan turun cukup besar kemarin-kemarin, genangan air sudah tidak ada lagi. “ ungkap Mawardi.

Genangan Air di Jalan Arjuna Jadi Sorotan Karena Jalan Hidup

Lebih jauh ia menerangkan, bahwa diwilayah Kelurahan Kebon Jeruk ini, genangan air di jalan tidak banyak, hanya beberapa titik saja. Namun yang jadi sorotan masyarakat banyak yaitu masalah genangan air yang ada di jalan Arjuna Selatan. Hal itu menurutnya, karena jalan Arjuna Selatan merupakan jalan hidup dan akses jalan para pejabat pemerintah yang melintas. “ Jadi disekitar situ jadi faktor utama untuk memperbaiki masalah saluran airnya. Dan Alhamdulillah masalah itu sudah bisa di atasi. “ tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama ia juga menghimbau kepada seluruh warga Kelurahan Kebon Jeruk, khususnya warga yang ada di sekitar bantaran kali, untuk tidak membuang sampah sembarangan ke kali atau saluran air. Karena menurutnya, banyak juga masyarakat yang ada di sekitar bantaran pinggir kali memanfaatkan situasi pada saat banjir dengan membuang sampah ke kali. Padahal perbuatan tersebuit kata Mawardi, dapat menyebakan permukaan air bertambah tinggi.

“ Seperti kita temui pas banjir datang, kita menemukan ada kulkas rusak mengambang di kali dan limbah sampah-sampah yang besar-besar dibuang ke kali. Jadi saran saya kepada masyarakat atau warga, untuk membuang sampah pada tempat yang sudah kita siapkan. Dan jangan buang sampah sembarangan ke kali atau saluran air lainnya. Karena nanti yang rugi masyarakat itu sendiri, dan dampaknya pas musim penghujan datang banjir di mana-mana. “ tegasnya.

Masyarakat Diminta Kordinasi Dengan RT/RW

Lurah Kebon Jeruk berharap kepada masyarakat, ketika sampah yang harus dibuang oleh masyarakat untuk kordinasi dengan pengurus Rt/Rw. Sebab pengurus Rt/Rw jelasnya, berkordinasi dengan pihak kelurahan dan akan diteruskan dengan dinas terkait yang ada di kecamatan.

“ Untuk antisipasi sementara, kita disini memiliki PPSU untuk mengangkut sampah warga. Dan yang terpenting, kita saling komunikasi. Kalau kita tidak ada komunikasi nanti warga secara diam-diam membuang sampah sembarangan ke kali dan saluran air lainnya, nanti pas musim penghujan datang banjir sana-sini warga pada teriak-teriak. “ pungkasnya seraya menambahkan, agar saling bersenergi satu sama lainnya. Karena setiap masalah pasti ada solusinya, dan masalah genangan air yang ada di wilayah Kelurahan Kebon Jeruk pasti bisa teratasi.

Tinggalkan Balasan

Email Anda tidak akan dishare ke siapapun

Website ini menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalan Anda. Kami berharap Anda setuju dengan hal ini, namun Anda dapat memilih untuk tidak setuju. Setuju Baca lebih lanjut

Anda Segang offline