Hindari 5 Kesalahan Ini Ketika Berolahraga Gunakan Treadmill

Reza Arya

Nusantarasatu.id – Untuk Anda yang kerap berolahraga lari, jalan santai ataupun jalan cepat, tentu terasa malas ketika cuaca tidak mendukung. Namun Anda tidak perlu khawatir, Anda masih bisa menggunakan treadmill yang ada di rumah atau pergi ke tempat fitness. Akan tetapi, jangan sampai melakukan berbagai kesalahan menggunakan treadmill. Sebab, bukannya membuat tubuh jadi lebih sehat, justru olahraga dengan treadmill tanpa berhati-hati bisa membuat badan sakit bahkan cedera.

Meskipun memudahkan seseorang untuk berolahraga, faktanya banyak orang sebenarnya keliru pada saat menggunakan treadmill. Sehingga, risiko mengalami cedera berolahraga dengan alat ini juga masih sering terjadi. Agar Anda terhindar dari cedera, sebaiknya hindari berbagai kebiasaan yang salah ketika Anda menggunakan alat treadmill, seperti :

1. Tidak Pemanasan Dulu

Latihan pemanasan menjadi aktivitas penting sebelum memulai olahraga apa pun, termasuk lari atau jalan cepat memakai treadmill. Gunanya adalah untuk mempersiapkan otot agar lebih lentur, meningkatkan elastisitas jaringan ikat, dan secara bertahap meningkatkan detak jantung. Oleh karena itu, latihan pemanasan bisa menghindari otot menjadi sakit atau cedera setelah digunakan. Untuk melakukan pemanasan tidak perlu lama-lama, Anda tetap bisa lakukan meskipun tengah sibuk atau terburu-buru. Cukup luangkan waktu sekitar 5 hingga 7 menit dengan gerakan memutar pergelangan kaki, gerakan menendang, dan mengangkat kaki setinggi lutut.

2. Kenakan Sepatu Yang Tidak Sesuai

Ketika Anda ingin berolahraga, bukan hanya pemanasan tubuh yang penting, pilihan sepatu juga harus dipertimbangkan. Ada banyak jenis sepatu untuk berolahraga. Berjalan dan berlari sering kali membuat sepatu bagian tumit menjadi aus. Jadi, pilih sepatu olahraga khusus untuk lari dengan bantalan ekstra sol untuk melindungi tumit dan tulang kaki dari cedera.

3. Pandangan Mata Fokus Ke Kaki

Pada saat lari atau berjalan di treadmill, gerakan akan berfokus pada kaki Anda. Namun meski begitu, bukan berarti mata Anda harus terus menatap ke bawah. Kesalahan ini tanpa disadari sering dilakukan oleh beberapa orang. Dengan menundukkan kepala ke bawah ketika menggunakan treadmill, kondisi ini dapat menyebabkan Anda kehilangan keseimbangan. Akibatnya, risiko terjatuh akan semakin besar.

Disamping itu, postur tersebut juga akan memberikan ketegangan pada otot leher maupun bahu yang bisa mengurangi asupan oksigen bagi tubuh dan membuat Anda jadi cepat lelah. Yang harus dilakukan sebaiknya adalah tubuh berdiri tegap dengan pandangan mata mengarah ke depan. Pastikan juga terus menjaga posisi bahu sejajar dengan kaki, supaya tubuh tidak terlalu condong ke depan.

4. Berdiri Dekat Monitor Treadmill

Banyak orang yang khawatir akan ketinggalan langkah ketika menggunakan treadmill, sehingga memilih berdiri dekat dengan monitor. Ketika treadmill mulai bergerak, berdiri di dekat monitor bisa membatasi gerakan Anda. Ketika Anda mencoba mundur atau maju, postur tubuh akan berubah. Akibatnya, bagian pinggul ke bawah akan menjorok ke belakang. Jika posisi ini tidak Anda betulkan dengan segera, keseimbangan tubuh bisa terganggu. Gerakan tangan kanan dengan kaki mungkin menjadi tidak seirama. Untuk menghindarinya, Anda bisa memberi tanda pada bagian alas treadmill, misalnya dengan selotip atau lakban supaya posisi tubuh dan jarak Anda berdiri tetap terjaga.

5. Berpegangan Pada Sisi Treadmill

Berpegangan pada treadmill mungkin bisa membantu agar tetap seimbang berdiri. Namun sayangnya, ini akan mengurangi beban pada kaki jika Anda terus melakukannya. Artinya, akan lebih sedikit kalori yang dibakar selama Anda berolahraga. Berpegangan pada sisi treadmill juga bisa mengubah postur tubuh dan menciptakan ketegangan dibagian otot leher, otot bahu, dan otot lengan. Kondisi ini bisa membuat tubuh jadi membungkuk dan akhirnya menyebabkan nyeri punggung. Oleh sebab itu, sebaiknya posisikan lengan Anda di samping badan saat mesin mulai berjalan. Pada saat gerakan semakin cepat, Anda bisa menekuk lengan hingga jadi sudut siku 90 derajat.

6. Melangkahkan Kaki Terlalu Jauh

Melangkah lebih pendek dan lebih cepat akan lebih baik dibandingkan melangkahkan kaki terlalu jauh. Melangkah lebih pendek dapat membuat Anda lebih konsentrasi secara baik dan menjadikan otot membakar lebih banyak kalori. Sedangkan dengan melangkah terlalu jauh, bisa mengganggu konsentrasi, keseimbangan tubuh, dan dapat membuat Anda terjatuh.

7. Terlalu Di Forsir

Pada waktu menggunakan treadmill, mungkin Anda merasa tertantang oleh orang di sekitar untuk menambah kecepatan. Anda boleh saja meningkatkan kecepatan, asal dilakukan secara bertahap. Sebab, apabila terlalu cepat di awal latihan, dapat membuat Anda cepat lelah. Anda mungkin akan merasakan denyut jantung berdetak lebih cepat dan sedikit nyeri atau sakit pada otot setelah latihan. Jika terus dilakukan, badan Anda malah jadi sakit, bukannya segar.

Jadi, atur kembali kecepatan Anda selama latihan menggunakan treadmill. Mulai dengan pemanasan, jalan santai, dan jalan cepat sesuai meningkatnya kecepatan dan mulai untuk jogging. Lakukan jogging selama satu sampai tiga menit, lalu turunkan kecepatannya. Kemudian, kembali lakukan jalan cepat selama 3 hingga 5 menit dan lanjutkan dengan jogging selama satu sampai tiga menit. Selain mengatur kecepatan, atur juga jadwal latihan Anda. Sebagaimana dilansir dari Prevention, Benjamin Fegueroa, seorang ahli kebugaran di Fox Rehabilitation menyebutkan, bahwa latihan intensitas tinggi sebaiknya dilakukan dua atau tiga kali dalam seminggu. Sementara, latihan intensitas sedang dilakukan sebanyak tiga atau lima kali dalam seminggu.

Tinggalkan komentar