Menkop UKM: Industri Kuliner Punya Potensi Terus Tumbuh

Nur Afni

Nusantarasatu.id: Ekonomi – Disebutkan oleh Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, bila industri kuliner atau makanan dan minuman (mamin) berpotensi terus tumbuh seiring membaiknya perekonomian nasional. “ Hal itu terjadi karena industri mamin dalam negeri ditopang oleh ketersediaan bahan baku yang melimpah. ” ucapnya ketika membuka Rapat Kerja Nasional ke-6 Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Pengusaha Jasa Boga Indonesia (APJI) sebagaimana dalam keterangan pers, Jakarta.

Melihat besarnya potensi pasar tersebut, ia berharap agar anggota dan pengurus APJI bisa menangkap peluang pasar dengan terus meningkatkan daya saing produk kuliner. Ia percaya, bila pengalaman dan produk kuliner APJI yang selama ini dijalankan mempunyai kualitas dan cita rasa baik. Meski begitu sambung Teten, untuk mendorong daya saing produk kuliner tidak cukup dengan hanya bermodal pada cita rasa. Dalam arti, dibutuhkan sentuhan kreativitas serta keberanian untuk membangun model bisnis yang lebih terbuka.

Oleh sebab itu lanjutnya, diharapkan APJI lebih berani menampilkan produk-produk unggulannya di tempat-tempat strategis. ” APJI harus mulai berani tanding dengan brand luar. Ayo hadirkan brand lokal untuk kuasai market lokal, kita ingin APJI membangun model bisnis jasa boga yang bisa direplikasi di mana saja dengan dukungan suplai chain yang kuat. ” tutur Menkop UKM.

Pemerintah Sudah Luncurkan Pembiayaan Murah Bagi UMKM

Lebih jauh iapun menyatakan, bahwa pemerintah siap memberikan dukungan mulai dari penguatan daya saing merek (brand) melalui berbagai pelatihan, pembiayaan murah hingga perluasan pasar. Pemerintah kata Teten Masduki, telah meluncurkan kebijakan pembiayaan yang murah bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) lewat kredit usaha rakyat (KUR) dengan bunga yang rendah. Disamping itu, pemerintah juga telah membangun showcase produk UMKM di Smesco Indonesia.

Bukan itu saja, telah diwajibkan pula kepada kementerian dan lembaga untuk mengalokasikan anggaran belanja sebesar 40 persen guna membeli produk dan jasa dari UMKM. ” Saya harap APJI dapat menginventarisir anggotanya yang punya potensi untuk kita scaling up. Sebab selain mendorong industri kuliner ini kita juga ingin mendorong industri bumbu yang juga sangat kaya di Indonesia. ” ujarnya.

Sementara itu dijelaskan oleh Ketua Umum APJI Rahayu Setiowati, bahwa pihaknya berkomitmen untuk mendorong industri jasa boga kembali bangkit usai dihantam pandemi Covid-19. Yakni dengan berkolaborasi bersama Kementerian Koperasi dan UKM serta pemangku kepentingan terkait demi mendorong peningkatan daya saing produk kuliner nasional. ” Kami siap, apa yang ditugaskan dan yang diperintahkan pak Menteri (Teten) langsung kita lakukan action plan nggak nunggu besok. Kita akan siap untuk langsung kerja. “ pungkasnya.

Leave a Comment