Kapan Waktu Yang Pas Menggunakan ISO Tinggi?

Syahrul Ibrahim

Nusantarasatu.id – Ketika memotret, jika kondisinya memungkinkan sebaiknya gunakanlah ISO rendah seperti 100 atau 200. Sebab, semakin tinggi ISO yang digunakan maka kualitas foto juga akan menurun. Namun banyak kondisi dimana seorang fotografer mau tak mau harus mengunakan ISO yang relatif tinggi agar foto yang dihasilkan tidak blur atau terlalu gelap. Untuk itu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum Anda memutuskan untuk menaikkan setingan ISO tersebut.

<img decoding=
ISO Tinggi

Beberapa skenario dimana ISO tinggi dibutuhkan:

  1. Disaat Anda berada di lingkungan yang minim cahaya, seperti di malam hari atau di dalam ruangan, dan And tidak mengunakan tripod. Perhatikan shutter speed, bila shutter speed sudah kurang dari sekitar 1/30 atau 1/60 detik, itu tandanya Anda harus menaikkan ISO supaya shutter speed bisa dipercepat.
  2. Ketika memakai telefoto yang panjang seperti 200mm, maka Anda butuh shutter speed yang lumayan cepat juga, yaitu sekitar 1/jarak fokal X crop factor sensor kamera. Sebagai contoh, jika Anda memakai kamera Canon 550D, maka 1/200 X 1.6 = 1/320 second. Maka bila shutter speednya dibawah itu, gambar akan berpotensi kabur. Bila lensa tersebut memiliki teknologi peredam getar (IS/VR/SS/SR) maka shutter speednya tidak butuh 1/320 tapi sekitar 1/80 detik saja sudah cukup. Namun jika Anda tidak mendapatkan shutter speed diangka tersebut, otomatis Anda harus menaikkan setingan ISO hingga shutter speed minimal terpenuhi.
  3. Tidak berbeda dengan uraian pertama, pada saat memotret subjek yang bergerak cepat dan cahaya juga agak gelap, maka dengan menaikkan ISO, Anda bisa mendapatkan shutter speed yang lebih cepat untuk membekukan foto.
  4. Ketika mengunakan flash dan kekuatan flash terlalu lemah untuk menerangi subjek serta background, Anda juga bisa menaikkan ISO agar intensitas cahaya flash dan cahaya lingkungan lebih terekam.
  5. Dikala Anda memotret dengan mengunakan setting bukaan kecil seperti f/8 atau f/16 dan shutter speed yang digunakan terlalu lambat, maka perlu menaikkan ISO untuk mempercepat shutter speed supaya foto tidak kabur.
  6. Saat Anda hendak mengambil gambar yang memiliki efek artistik dengan adanya noise atau berpasir seperti foto hitam putih jaman dahulu, maka Anda juga bisa menaikan level ISO ke angka yang lebih tinggi.

Apabila melihat scenario – skenario tersebut diatas, maka bisa disimpulkan bahwa ISO sangat berkaitan dengan kondisi cahaya lingkungan dan shutter speed. Peran ISO memungkinkan Anda memilih shutter speed cepat agar gambar yang dihasilkan tidak kabur atau terlalu gelap.

4 pemikiran pada “Kapan Waktu Yang Pas Menggunakan ISO Tinggi?”

Tinggalkan komentar