Jelang UMK Jawa Barat 2023 Ditetapkan, Gubernur Jabar Ridwan Kamil Temui Perwakilan Buruh

Gubernur Jabar M Ridwan Kamil bertemu dengan sejumlah perwakilan buruh di Gedung Sate Jelang UMK Jawa Barat

Ilustrasi UMK Jawa Barat 2023

Nusantara Satu Ketenagakerjaan – Jelang penetapan Upah Minimum Kabupaten/Kota atau UMK Jawa Barat 2023, Gubernur Jabar M Ridwan Kamil bertemu dengan sejumlah perwakilan buruh di Gedung Sate, Kota Bandung. Disebutkan oleh Ridwan Kamil, bahwa pemerintah Provinsi Jawa Barat, akan segera mengumumkan UMK 2023. ” nanti akan saya terbitkan SK Gubernur terkait UMK, di mana secara umum terjadi kenaikan yang diharapkan oleh buruh, sesuai Permenaker 18, kemudian di Permen 18 itu gubernur diberi kewenangan mengoreksi. ” ucapnya kepada media.

Jelang UMK Jawa Barat 2023, Akan Ada UMP Yang Dikoreksi

Iapun menambahkan, dalam menjelang UMK Jawa Barat pihaknya akan mengoreksi rekomendasi UMK dari Kota Banjar, Kabupaten Kuningan, dan Kabupaten Bandung Barat. Ridwan Kamil menilai, jika ada daerah dengan UMK yang terlalu rendah, di bawah UMP Jawa Barat, seperti Kota Banjar, dapat dikoreksi. Adapun UMK Kota Banjar yakni di bawah UMP Jabar sebesar Rp 1.196.670,17. ” Jadi nanti kalau di bawah UMP, akan banyak hal-hal negatif yang terdampak secara besar, sehingga akan dikoreksi. Kemudian ada juga daerah-daerah yang melebihi hitungan, contohnya KBB, minta naiknya 27 persen, itu juga dievaluasi. ” terangnya.

Disamping itu tegas orang nomor satu di jajaran Pemprov Jawa Barat tersebut, kaum buruh juga menyampaikan aspirasi supaya rumus penghitungan alfa dalam penentuan upah minimum dikaji ulang. Tujuannya sambung Ridwan Kamil, agar bisa lebih besar, karena memperhitungkan faktor kenaikan harga BBM.

Gubernur Jawa Barat menjelaskan, buruh menyampaikan argumentasi karena adanya inflasi akibat kenaikan harga BBM. “ Itu seharusnya yang naik akan saya cek dulu apakah argumentasinya memadai sehingga ada koreksi-koreksi juga. Namun secara umum kenaikan rata-rata mendekati dari Permen 18 yang diharapkan secara kebatinan buruh-buruh Jabar relatif sangat apresiatif. ” imbuhnya.

<img decoding=
Ridwan Kamil istimewa 221208

Di UMK Jawa Barat 2023, Buruh Diketahui Miliki Indeks Efektivitas Terbaik

Pada kesempatan yang sama dirinya mengungkapkan, dalam penetapan UMK Jawa Barat 2023 tersebut, diketahui jika kaum buruh di Jabar mempunyai indeks efektivitas terbaik, artinya paling produktif di Indonesia. Sementara itu dikatakan oleh Ketua DPD Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Jawa Barat, Roy Jinto Ferianto, bila benar terdapat tiga daerah yang rekomendasi UMK-nya akan diubah secara signifikan. Yaitu Kota Banjar, Kabupaten Bandung Barat, serta Kabupaten Kuningan.

Ia menuturkan, Kota Banjar menetapkan Upah Minimum Kabupaten/Kota sesuai rekomendasi Permenaker Nomor 18 Tahun 2022. Akan tetapi sambung Roy, hasilnya tetap di bawah UMP. Sehingga berdasarkan aturan, jika hasilnya di bawah UMP, daerah tersebut tidak boleh menerbitkan UMK, cukup memakai UMP atau kenaikannya dilebihkan dari UMP.

Ketenagakerjaan

Tinggalkan Balasan

Email Anda tidak akan dishare ke siapapun

Website ini menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalan Anda. Kami berharap Anda setuju dengan hal ini, namun Anda dapat memilih untuk tidak setuju. Setuju Baca lebih lanjut

Anda Segang offline