Jenderal Andika Perkasa, Usai Jabat KSAD Lanjut Jadi Panglima TNI

Syahrul Ibrahim

Nusantarasatu.id – Usai ditetapkan oleh Presiden RI Joko Widodo sebagai calon tunggal Panglima TNI, nama Andika Perkasa menjadi perhatian banyak kalangan. Andika menggantikan Marsekal Hadi Tjahjanto yang memasuki masa pensiun. Sebelum ditunjuk oleh Presiden Jokowi sebagai pengganti Panglima TNI, Andika Perkasa menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD). Lalu bagaimana sebenarnya perjalanan karir militer seorang Andika Perkasa yang dipilih Jokowi untuk menempati posisi Panglima TNI? Berikut ini ulasannya.

Pendidikan

Jenderal Andika Perkasa lahir di Bandung, 21 Desember 1964. pada awal kariernya, dia menghabiskan waktu untuk studi di luar negeri. Andika memiliki tiga gelar master dari universitas di Amerika Serikat. Andika menjalani pendidikan di Norwich University. Selain itu, ia juga melanjutkan studi di National War College (NWC), yang merupakan bagian dari National Defense University, Washington, DC pada 2003. Kemudian pada tahun 2005, Andika menimba ilmu di George Washington University dan berhasil menjadi lulusan terbaik Seskoad angkatan 1999/2000.

Lulus dari Akmil-Kini Jadi KSAD

Karier militernya di TNI-nya berawal sejak lulus dari Akademi Militer (Akmil) pada tahun 1987, yakni berada di Grup 2/Para Komando Kopassus. Andika Perkasa juga sempat bertugas di satuan elite penanggulangan teror, Sat 81 Gultor Kopassus.

Kemudian pada 1990, Andika pernah melaksanakan operasi militer di Timor Timur. Di lokasi yang sama, Andika juga pernah melakukan operasi teritorial. Selanjutnya ditahun 1994, dia melakukan operasi bakti TNI di Aceh. Bukan itu saja, iapun juga disebut-sebut pernah melakukan misi operasi khusus di Papua. Dan pada tahun 2001, menantu mantan Kepala BIN Hendropriyono tersebut pernah bertugas di Departemen Pertahanan. Selain itu, ia juga pernah berkarier di Bais. Pada tahun 2002, Andika menjabat sebagai Danyon 32 Grup 3/Sandha Kopassus. Andika juga pernah memimpin penangkapan seseorang yang dituduh sebagai pimpinan Al Qaeda, Omar Al-Faruq, di Bogor pada 2002.

Karena beberapa kali pindah tugas, pada 2011 Andika Perkasa lalu dipromosikan sebagai Komandan Rindam Jaya dan mendapat pangkat kolonel. Kemudian, ia diangkat sebagai Komandan Korem 023/Kawal Samudra di Sibolga pada pertengahan tahun 2012. Dan tidak berselang lama, Andika mendapat promosi sebagai Kepala Dinas Penerangan TNI AD, yang membuatnya mendapat pangkat Brigadir Jenderal (Brigjen).

Selama 11 bulan menjabat sebagai Kadispen TNI AD, pada bulan Oktober 2014, akhirnya Presiden Joko Widodo menugaskan Andika sebagai Pasukan Pengaman Presiden (Paspampres). Di posisi itu, Andika mendapat kenaikan pangkat menjadi Mayor Jenderal (Mayjen). Selanjutnya di bulan Mei 2016, Andika mendapat promosi jabatan sebagai Pangdam XII/Tanjungpura. Semenjak saat itu kariernya terus melonjak.

Pada tahun 2018, Andika mendapat promosi sebanyak tiga kali. Di awal tahun, dia menjadi Komandan Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan (Dankodiklat) TNI AD. Di jabatan tersebut, iapun menerima pangkat Letnan Jenderal (Letjen). Lalu pada bulan Juli 2018, Andika diangkat menjadi Panglima Kostrad (Pangkostrad) menggantikan Letjen Agus Kriswanto, yang pensiun. Dan selisih lima bulan kemudian, Andika dilantik sebagai pemimpin tertinggi TNI AD. Presiden Joko Widodo melantik Jenderal Andika Perkasa sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, pada tanggal 22 November 2018.

Sepak Terjang Sebagai KSAD

Ada sejumlah catatan prestasi menonjol yang dilakukan Andika Perkasa ketika dirinya menjabat sebagai KSAD. Mulai pengadaan kendaraan dinas untuk TNI AD, penghapusan tes keperawanan, hingga menjadi pembela Serda Aprilio Perkasa Manganang yang ingin menjadi laki-laki. Berikut uraiannya:

  • Pengadaan Kendaraan Dinas untuk Prajurit TNI AD
    Ada 309 unit mobil dinas dan sisanya motor. Sehingga total ada 547 unit. – Jenis mobil yang diberikan kepada prajurit modelnya beragam. Seperti Mitsubishi Pajero, Mitsubishi Expander, hingga Toyota Land Cruiser
  • Membela Manganang
    Andika membela Manganang saat diprotes Filipina terkait SEA Games 2015. Saat itu Manganang disebut tak tahu mengenai kondisi medisnya.
  • Hapus Tes Keperawanan
    Sebagai KSAD, Andika berperan menghapus tes keperawanan bagi calon Komando Wanita Angkatan Darat (Kowad) dan calon istri prajurit. Penghapusan tes keperawanan calon Kowad tertuang dalam dokumen Petunjuk Teknis (Juknis) Pemeriksaan Kesehatan Badan TNI AD Nomor B/1372/VI/2021. Juknis terbaru itu diterbitkan 14 Juni 2021 lalu.

Tinggalkan komentar