Johnny G Plate: Kenaikan Kasus Covid-19 di Eropa Jadi Pelajaran

Syahrizal Rahim

Updated on:

Nusantara Satu Berita Nasional – Dikatakan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI, Johnny G. Plate, bahwa peningkatan kasus Covid-19 yang kembali terjadi Eropa, harus bisa dijadikan pelajaran bagi Indonesia supaya lebih berhati-hati. Untuk itu, Menkominfo meminta kepada seluruh masyarakat agar tetap waspada dan disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan (Prokes). Hal tersebut sambung Johnny, agar tidak terjadi gelombang baru Covid-19. ” Pemerintah mengajak masyarakat tetap waspada dan disiplin mematuhi protokol kesehatan agar tak terjadi gelombang baru Covid-19. ” tegas Menkominfo.

Satgas Covid-19 Temukan Peningkatan Kasus di Sembilan Provinsi

Iapun menambahkan, bila seruan ini disampaikan seiring dengan temuan dari Satgas Covid-19 dalam seminggu terakhir, yang menunjukan telah terjadi peningkatan kasus positif Covid-19 di sembilan provinsi. Kesembilan daerah tersebut yaitu Lampung, Jawa Barat, Jawa Timur, Banten, Bali, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, serta Papua. Peningkatan kasus Corona disejumlah daerah tersebut harus dihentikan sedini mungkin selagi angkanya masih kecil. ” Sebaliknya, semua pihak perlu mempertahankan tren penurunan kasus yang saat ini terjadi agar tidak kembali meningkat. ” tuturnya.

Kenaikan kasus harian Covid-19 yang melanda negara-negara Eropa, seperti Jerman, Kroasia, dan Slovenia, harus jadi pelajaran bersama. Begitu pula dengan pengalaman tahun lalu diwaktu peningkatan mobilitas masyarakat yang tidak diimbangi dengan penerapan protokol kesehatan ketat, maka dapat turut memicu lonjakan kasus Covid-19. ” Kita harus belajar dari berulangnya bagaimana kelengahan mematuhi prokes dapat memicu lonjakan Covid-19. Seluruh masyarakat diminta tetap disiplin protokol kesehatan. Jangan mengulangi kesalahan yang sama, agar aman Covid-19, ” imbuhnya.

Dalam kesempatan ini Johnny G Plate pun mengajak seluruh pimpinan daerah harus bergerak lebih aktif dalam memantau setiap parameter penanganan pandemi secara berkala. Hal ini bertujuan supaya dapat mengambil langkah cepat guna mengantisipasi lonjakan kasus. Parameter yang dimaksud seperti jumlah kasus aktif, positivity rate, dan bed occupancy ratio (BOR). Iapun menekankan, agar pemda juga harus memperkuat cakupan vaksinasinya, 3T (testing, tracing, dan treatment), dan penggunaan PeduliLindungi di berbagai tempat, seperti mal, kafe, pasar, dan tempat wisata. ” Semua pihak harus berperan dalam penegakan protokol kesehatan sebagai bentuk antisipasi menekan risiko penularan Covid-19. ” pungkasnya.

Leave a Comment