Listyo: Aplikasi Monitoring Karantina Presisi Mampu Deteksi ABK Kabur

Penggunaan aplikasi monitoring karantina presisi bisa memudahkan mendeteksi jika ada wisatawan maupun ABK yang kabur saat karantina

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo

Nusantarasatu.id – Disampaikan oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, bahwa penggunaan aplikasi monitoring karantina presisi bisa memudahkan mendeteksi jika ada wisatawan maupun ABK yang kabur saat karantina. ” Saat ini varian Omicron sedang masuk khususnya di PPLN rata-rata 500 kasus lebih yaitu karena ‘imported case’ sisanya transmisi lokal. Untuk itu Pelabuhan Benoa harus tetap dalam kondisi melalui standar SOP sebelum karantina. Dengan aplikasi ini bisa memonitor masyarakat dan wisatawan, ABK apabila ada yang kabur saat karantina. ” ucap Kapolri dalam konferensi pers di Pelabuhan Benoa, Bali.

Iapun menuturkan, bila aplikasi ini dirancang untuk membantu memastikan masyarakat yang melaksanakan karantina bisa terawasi secara baik. Aplikasi Presisi tersebut sambung Kapolri, juga dilengkapi dengan fitur-fitur yang bisa digunakan untuk bicara langsung, dan dilengkapi dengan aplikasi ‘find people’. ” Ketika masyarakat keluar bisa melakukan pengejaran, pencarian dan kemudian di hp yang kabur itu bisa berbunyi. ” tuturnya.

Dengan Aplikasi Monitoring Karantina Presisi, Proses Bisa Berjalan Baik

Selain itu, aplikasi monitoring karantina presisi tersebut juga dapat memudahkan petugas untuk menemukan ketika ada yang keluar dari area tertentu. Apabila ada yang terdeteksi terang Listyo Sigit, maka akan muncul notifikasi dan sirene untuk melakukan pencarian. Bukan itu saja, dengan aplikasi itu juga, bisa mengetahui titik di mana pihak yang kabur tersebut pergi dari tempat karantina. Sehingga proses karantina bisa berjalan dengan baik.

Sementara itu, Polda Bali juga mendirikan Posko Monitoring Karantina Presisi di 4 pintu masuk lainnya. Yakni di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Pelabuhan Gilimanuk, Pelabuhan Padangbai dan Pelabuhan Celukan Bawang. Orang nomor satu di jajaran Kepolisian itu juga menekankan, agar pengawasan di pintu masuk Bali ini harus diperketat untuk mencegah melonjaknya kasus varian Delta dan Omicron. “ Dari tahap awal ABK dan wisatawan terlebih dulu diperiksa dengan melalui proses antigen pada saat di atas kapal. Kita minta pada saat sebelum turun kemudian mengunduh aplikasi ini. “ ujarnya.

Kemudian proses selanjutnya, para ABK dan wisatawan melaksanakan sejumlah pemeriksaan, salah satunya adalah swab PCR. Tidak hanya itu saja. juga disediakan ruang khusus apabila ditemukan ABK atau wisatawan yang mungkin ada keluhan terkait dengan kondisi kesehatannya.

Tinggalkan Balasan

Email Anda tidak akan dishare ke siapapun

Website ini menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalan Anda. Kami berharap Anda setuju dengan hal ini, namun Anda dapat memilih untuk tidak setuju. Setuju Baca lebih lanjut

Anda Segang offline