Pemda Diharapkan Dukung Upaya Pelestarian Karinding Rawacana

M. Sanudin

Nusantarasatu.id – Kota Tangerang yang terkenal dengan julukan kota seribu Industri, rupanya masih cukup banyak tersimpan seni dan budaya tradisional yang cukup unik dan menarik. Salah satunya adalah seni irama musik tradisional karinding yang sampai saat ini masih di pertahankan oleh sanggar seni tradisional karinding Rawacana (KARRACA), Kelurahan Gandasari Kecamatan Jatiuwung.

Untuk mengetahui lebih jauh, Nusantarasatu.id mencoba menelusuri sekaligus bersilaturahmi dengan pengurus sanggar seni tradisional Karraca. Menurut sejumlah pihak, sepatutnya pemerintah daerah Kota Tangerang merasa bangga, karena sampai saat ini masih cukup banyak budayawan yang eksis mempertahankan kearifan lokal dengan seni budaya. Salah satunya yakni budayawan yang tergabung dalam sanggar seni Karraca. Lantas tinggal bagaimana pemerintah daerah kota Tangerang melalui dinas terkait menyikapi hal tersebut. Apakah pemerintah daerah Kota Tangerang merasa perlu karinding Rawacana di lestarikan atau tidak.

” Bila merasa perlu dan di pandang sebagai salah satu bagian kearifan lokal Kota Tangerang, maka Perhatikanlah Karinding Rawacana agar kelestarinya terjaga serta bisa menyentuh generasi muda khususnya dikalangan pelajar. Agar nantinya Karinding Rawacana tidak tergeser oleh budaya – budaya luar yang begitu deras masuk ke tanah air. Namun semuanya itu di kembali pada sikap pemerintah daerah Kota Tangerang. ” ujar Mulyadi warga Rajeq, Tangerang

Sebelum Pandemi Covid-19, Kerap Diundang Tampil Di Sejumlah Tempat

Sementara itu disebutkan oleh M. Saepudin, selaku pimpinan sanggar seni Karinding Rawacana, bahwa sebelum pandemi Covid-19 melanda, ia beserta budayawan lainnya yang tergabung dalam sanggar seni tersebut sering di undang tampil di berbagai tempat. ” Sebelum masa Pandemi, kami sering di undang tampil di berbagai tempat di antaranya, di kota Tangerang Selatan, Kantor Kecamatan Jatiuwung, Kantor Kecamatan Karawaci bahkan kami pernah tampil di taman mini Indonesia indah (TMII). ” tutur M. Saepudin

Sedangkan saat di tanya terkait perhatian dari pemerintah daerah Kota Tangerang, Saepudin menjelaskan, bahwa selama ini belum ada bantuan dari pemerintah daerah Kota tangerang melalui dinas terkaitnya. Sanggar seni tradisional karinding Rawacana mengaku berjalan secara mandiri, semua alat yang ada di sangar seni seni Karraca di buatnya sendiri. ” Selama ini kami mencoba mandiri, semua alat yang ada di sangar kami di buat sendiri terkecuali kendang. Kami sebenarnya berharap pemerintah daerah Kota Tangerang melalui dinas terkaitnya ada perhatian kepada kami. ” ucapnya.

ia juga menambahkan, bila ada niatan untuk mengajukan permohonan bantuan kepada pemerintah daerah kota Tangerang atau pemerintah daerah Provinsi Banten, namun pihaknya mengaku terbentur legalitas. ” Sampai saat ini, kami belum memiliki akta pendirian sanggar seni tradisional Karraca. Namun Alhamdulillah, lurah Gandasari begitupun Camat Jatiuwung terus memotivasi Kami sehingga sampai saat ini kami masih bisa bertahan. ” kata M.Saepudin
Pada kesempatan inipun para seniman dari sanggar seni tradisional karinding Rawacana memainkan lagu Indonesia Pusaka sekaligus puisi yang dibawakan anggota group. Dan memang terbukti, karinding Rawacana bisa mengiringi berbagai irama lagu dengan ke khasan suara karinding yang merdu.

Tinggalkan komentar