Kawasan Ekonomi Khusus Sanur Dinilai Jadi Fasilitas Kesehatan One Stop Solution

Kawasan Ekonomi Khusus Sanur, Denpasar Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menilai, jika KEK Sanur mempunyai potensi untuk mendukung pariwisata

Kawasan Ekonomi Khusus Kesehatan Sanur

Nusantara Satu Investasi – Saat meninjau perkembangan proyek pembangunan fasilitas kesehatan pada kawasan seluas 41,26 hektare, yang menjadi Kawasan Ekonomi Khusus Sanur, Denpasar, Bali, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menilai, jika KEK Sanur mempunyai potensi untuk mendukung pariwisata Indonesia.

Kawasan Ekonomi Khusus Sanur Miliki Fasilitas Kesehatan Lengkap

Hal tersebut menurut Bahlil, karena Kawasan Ekonomi Khusus Sanur tersebut memiliki fasilitas kesehatan yang lengkap. ” KEK Sanur ini memiliki potensi ke depannya sangat bagus. Ini akan menjadi fasilitas kesehatan dengan one stop solution. Masyarakat tidak perlu jauh-jauh lagi berobat ke luar negeri. Apalagi Bali juga menjadi destinasi wisata yang populer di dunia. Selain bisa menghemat devisa, kawasan ini juga berpotensi bisa menambah pemasukan negara melalui sektor pariwisata. ” tuturnya ketika berkunjung ke KEK Sanur, Denpasar, Bali.

Menurut Bahlil, pembangunan proyek KEK Sanur yang memakan investasi sebesar Rp10,2 triliun dan diprediksi dapat menyerap tenaga kerja sebanyak 43.647 orang ini, dibangun dengan fasilitas kesehatan yang sangat lengkap. Sehingga sambungnya, diharapkan mampu menghemat devisa dari masyarakat Indonesia yang semula memilih berobat ke luar negeri, kini cukup di negeri sendiri.

Diungkapkan oleh Direktur Utama PT Hotel Indonesia Natour (HIN) Iswandi Said yang ikut mendampingi Menteri Bahlil, bahwa di KEK Sanur nantinya akan berdiri rumah sakit berkelas internasional yang menyediakan berbagai fasilitas medis lengkap, seperti unit vertiliti kesuburan, bedah plastik, dan lainnya.

<img decoding=
Kepala BKPM Bahlil Lahadalia Istimewa 221113

Kawasan Ekonomi Khusus Sanur Didukung Pusat Perbelanjaan dan Hotel

Bukan itu saja terangnya, juga akan disediakan fasilitas pendukung seperti pusat perbelanjaan serta hotel yang saat ini masih dalam proses revitalisasi. ” Di sini ada rumah sakit berkelas internasional, PT Pertamina Bina Media IHC akan bekerja sama dengan Mayo Clinic dalam membangun rumah sakit internasional, termasuk juga pelayanan untuk orang tua. Selain rumah sakit, kita juga melakukan revitalisasi atau peremajaan pada hotel kita. Hotel kita di sini terkenal dengan tower sepuluh lantai. Satu-satunya tertinggi di Bali, itu tetap kita pertahankan namun kita revitalisasi. Ini diperkirakan akan selesai di Agustus 2023. ” ucap Iswandi.

Kawasan Ekonomi Khusus Sanur dirancang untuk menjadi KEK kesehatan dan pariwisata. Adapun dengan rencana bisnis fasilitas kesehatan berupa rumah sakit dan klinik, akomodasi hotel dan MICE, etnomedicinal botanic garden. Selain itu, juga menjadi pusat komersial yang rencananya akan menggandeng usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk mengisi pusat perbelanjaannya.

Tinggalkan Balasan

Email Anda tidak akan dishare ke siapapun

Website ini menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalan Anda. Kami berharap Anda setuju dengan hal ini, namun Anda dapat memilih untuk tidak setuju. Setuju Baca lebih lanjut

Anda Segang offline