Teten Masduki: Kemenkop UKM Sangat Vital Bagi Perekonomian RI

Nur Afni

Nusantarasatu.id – Dikatakan oleh Menteri Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) Teten Masduki, bahwa keberadaan Kementerian Koperasi dan UKM sangat vital bagi perekonomian Indonesia, karena mengurusi sekitar 99,9 persen pelaku usaha di Indonesia. “ Nggak bisa kita ngurus kementerian dengan asal-asalan.” ujarnya ketika menghadiri acara Refleksi Tahun 2021 dan Outlook Tahun 2022 Kemenkop-UKM di Bogor, Jawa Barat, sebagaimana dalam keterangan persnya.

Lebih jauh dia menambahkan, 97 persen pelaku usaha di Indonesia berasal dari sektor mikro. Bahkan sambung Teten, Presiden Joko Widodo juga telah meminta dirinya mendesain kembali kebijakan pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk mengubah struktur ekonomi. Pasalnya, sejak krisis ekonomi yang terjadi pada tahun 1998, 2008, dan krisis akibat pandemi Covid-19, sektor ekonomi mikro masih mendominasi usaha. ” Memang sekitar 97 persen penyerapan tenaga kerja itu didominasi UMKM, namun UMKMnya masih level mikro, di mana sistem ekonominya unstable tingkat rumah tangga. Untuk itu sektor ini perlu kita naikkan, jangan jadi mikro terus. ” terang Menkop UKM Teten Masduki.

Kesadaran Untuk ‘Naik Kelas’ Dari Sektor UMKM Sudah Timbul

Adapun pola berpikir UMKM untuk saat sekarang ini jelasnya, dinyatakan telah sedikit berubah dengan berbagai inovasi. Jadi kesadaran untuk naik kelas dari sektor UMKM terang Teten, sudah mulai timbul. Dirinya menilai, sejumlah kolaborasi dan inovasi di level kecil, menengah, hingga korporasi, turut memberikan kontribusi dalam menyediakan lapangan kerja. Sehingga dampaknya, kelompok ekonomi kelas menengah semakin tumbuh.

Pada kesempatan yang sama ia juga menyinggung tentang anggaran negara yang diamanatkan kepada Kemenkop untuk digunakan sebaik-baiknya. Seperti permintaan agar jajarannya tidak menyerap anggaran jelang tutup tahun. ” Belajar dari pengalaman tahun lalu, biasanya 3 bulan jelang akhir tahun baru sibuk menyerap anggaran. Saya minta semua perencanaan program dan tender-tender bisa diselesaikan sejak Desember ini, sehingga awal Januari kita bisa mulai lagi yang baru. ” ujarnya seraya mengungkapkan, jika penyerapan anggaran secara cepat dan tepat waktu, maka akan berkontribusi juga pada ekonomi nasional yang bertumbuh karena ditopang dari belanja negara.

Tinggalkan komentar