Mendes PDTT: Penanganan Kemiskinan Ekstrem Desa Tuntas di 2024

Mulyadi

Nusantarasatu.id – Penanganan kemiskinan ekstrem di desa, diyakini oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Abdul Halim Iskandar akan tuntas hingga nol persen pada tahun 2024 mendatang. ” Algoritma kreasi Kemendes PDTT telah menyediakan daftar warga miskin ekstrem, rencana aksi kegiatan sesuai kebutuhan tiap warga miskin, hingga monitoring pemenuhannya pada setiap warga. ” terang Mendes PDTT dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta.

Ia menambahkan, bila saat ini tujuan pembangunan berkelanjutan di tingkat desa dihimpun dalam kerangka kerja Sustainable Development Goals Desa (SDGs Desa). Dimana sasaran pertamanya jelas Mendes PDTT, yaitu desa tanpa kemiskinan. Abdul Halim menuturkan, bahwa mereduksi dan mengentaskan kemiskinan di desa menjadi prioritas Kemendes PDTT seiring dengan jumlah warga miskin cenderung meningkat akibat pandemi Covid-19.

” Ada 67 jenis kebutuhan warga miskin dan 19 jenis kebutuhan keluarga miskin telah terdeteksi. Ini dapat diakumulasi ke level kabupaten/kota, provinsi dan nasional. ” imbuhnya pada puncak Peringatan Selamatan Sewindu Undang-Undang Desa (2014-2022) di Kasepuhan Ciptagelar, Desa Sirnaresmi, Cisolok, Sukabumi, Jawa Barat.

Kemendes Siapkan 7 Tahapan Penuntasan Kemiskinan Ekstrem di Desa

Lebih jauh menteri yang akrab disapa Gus Halim tersebut mengungkapkan, bila kesiapan data mikro hingga by name, by address menjadi kunci dalam mencapai berbagai indikator yang ditetapkan dalam SDGs Desa, termasuk dalam upaya pengentasan kemiskinan ekstrem. Dikatakan olehnya, Kemendes PDTT pun telah menyiapkan tujuh tahapan untuk menuntaskan kemiskinan di level desa. Mulai dari pemetaan awal data SDGs Desa, penyusunan peta warga miskin ekstrem per kabupaten, penyusunan rencana anggaran dan pemangku kepentingan, konsolidasi data dan lapangan hingga monitoring berkelanjutan untuk memastikan kemiskinan tidak muncul kembali.

Pendamping desa lanjut Gus Halim, memiliki peran strategis dalam upaya pengentasan kemiskinan esktrem di desa. Para pendamping desa terangnya, harus memastikan warga miskin ekstrem di desa-desa tertangani 100 persen. Yakni dalam aktivitas pembangunan, baik dari Dana Desa, APBD kabupaten/kota, APBD provinsi, maupun APBN. Sedangkan BPS memperkirakan, kemiskinan ekstrem di Indonesia mencapai empat persen atau mencakup 10,9 juta jiwa dan diperkirakan sebanyak 7,3 juta jiwa warga miskin ekstrem tinggal di desa.

Sementara definisi kemiskinan ekstrem sendiri adalah, warga berpendapatan di bawah 1,99 Dolar AS per kapita per hari atau setara dengan warga yang berpendapatan di bawah Rp12.000 per kapita per hari. Pada rapat terbatas mengenai strategi penanggulangan kemiskinan kronis yang dilangsungkan pada 21 Juli 2021 lalu, Presiden Jokowi menginstruksikan, untuk melakukan pengalihan fokus anggaran untuk kegiatan penanganan kemiskinan ekstrem di kota maupun di desa.

1 thought on “Mendes PDTT: Penanganan Kemiskinan Ekstrem Desa Tuntas di 2024”

Leave a Comment