Menkop UKM Libatkan Koperasi dan Swasta Dorong Kesejahteraan Petani

Nur Afni

Nusantarasatu.id – Kehadiran swasta atau korporasi besar, diharapkan oleh Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) RI, Teten Masduki, mampu meningkatkan kesejahteraan para petani. Para petani sambung Teten, dalam lahan sempit nantinya dikumpulkan dan dikelola melalui sistem koperasi. Pernyataan tersebut diucapkannya ketika melakukan kunjungan kerja ke Desa Sejahtera Astra (DSA), yakni di Koperasi Serba Usaha (KSU) Gardu Tani Al Barokah, di Desa Ketapang, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang.

” Kenapa kita perlu membangun korporatisasi petani? Kalau kita terus biarkan petani-petani perorangan di dalam skala yang sempit, kesejahteraan peran petani sulit dan negara juga sulit untuk mendapatkan suplai pangan yang stabil baik kualitas maupun kuantitas. ” jelas Teten Masduki dalam keterangan resmi.

Resmikan Pengembangan Digital Smart Farming Petani Al Barokah

Pada kunjungan kerjanya tersebut, ia meninjau pertanian beras organik sekaligus meresmikan bantuan pengembangan digital smart farming bagi para petani Al Barokah. Ikut hadir mendampingi Menkop Teten, di antaranya Chief Corporate Affairs Astra, Riza Deliansyah dan Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUMKM), Supomo, yang juga menjajaki pemodalan bagi KSU Gardu Tani Al Barokah.

Guna mendorong korporasi pertanian modern lewat program Digital Smart Farming, kedepannya Menkop UKM Teten Masduki bersama Astra juga menghendaki, agar lahan pertanian di Al Barokah bertambah dari 200 hektar menjadi 1.000 hektar. Adapun caranya yaitu dengan mengkonsolidasikan para petani untuk bergabung, sehingga luas lahan yang diperlukan itu dapat tercapai. ” Jadi kita harus mengembangkan model bisnis tadi Corporate Farming dengan mengonsolidasi lahan-lahan petani perorangan, lahan sempit ke dalam koperasi, dalam skala ekonomi. ” imbuhnya.

Astra Berikan Bantuan Alat Digital Farming

Disebutkan, desa Al Barokah merupakan produsen tanaman padi yang dibudidayakan secara alami, bebas dari pestisida beracun dan pupuk kimia sintetis. Produk tersebut, merupakan produk dari Paguyuban Petani Al Barokah yang dibina secara langsung PT Astra International melalui program Desa Sejahtera Astra (DSA) sejak tahun 2019 lalu. Di kesempatan ini, Astra turut memberikan bantuan sebesar Rp 200 juta serta alat digital farming senilai Rp 100 juta guna membantu pengembangan produk dan juga mendorong peningkatan kualitas produk dari DSA Al Barokah.

Lebih jauh diharapkan, dengan adanya bantuan teknologi digital smart farming tersebut, para petani bisa melakukan pemantauan secara langsung lewat aplikasi berbasis android terkait kondisi fisika, kimia dan biologi lahan pertanian. Adapun komponen teknologi ini, antara lain berupa sensor-sensor kelembapan, PH tanah, kualitas air, kecepatan angin, kamera hama dan perkembangan tanaman serta bersumber energi dari matahari atau solar panel. ” Astra berharap, dengan beberapa bantuan ini dan juga kita juga bekerja sama dengan LPDB-KUMKM (Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah), harapannya ke depan pertanian di Desa Al Barokah ini akan lebih maju. ” ucap Riza.

Tinggalkan komentar