Kinerja Polri Amankan Konfrensi Tingkat Tinggi G20 Diapresiasi IPW

Kinerja Polri dalam melakukan pengamanan gelaran KTT G20 di Bali, mendapatkan apresiasi Ketua Indonesia Police Watch Sugeng Teguh Santoso

Pengamanan KTT G20

Nusantara Satu – Kinerja Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dalam melakukan pengamanan gelaran Konferensi Tingkat Tinggi G20 di Bali, mendapatkan apresiasi dari Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso. ” Negara Indonesia menjadi tuan rumah dari agenda strategis yang menjadi hajatan besar untuk meningkatkan peran bangsa dalam kancah percaturan global. ” tegas Sugeng dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta.

Kesuksesan Konferensi Tingkat Tinggi G20 Jadi Pertaruhan Bagi Polri dan Indonesia di Mata Dunia

Ia menyebutkan, bahwa kesuksesan pelaksanaan KTT G20 akan menjadi pertaruhan bagi bangsa Indonesia di mata dunia, khususnya terkait jaminan keamanan para kepala negara yang hadir pada kegiatan tersebut. Bukan itu saja sambungnya, pengamanan Konferensi Tingkat Tinggi G20 juga bisa jadi momentum menunjukkan profesionalitas Polri di mata internasional. Menurut catatan IPW terang Sygeng, sejumlah langkah dan strategi telah dijalankan Polri dalam mengamankan KTT G20. Mulai dari patroli, sterilisasi hingga membangun koordinasi lintas sektor dan instansi guna mengantisipasi potensi ancaman keamanan.

Beragam langkah pengamanan yang dilakukan Polri itu jelasnya, antara lain apel yang diikuti sebanyak 3.700 pasukan TNI/Polri dan gelar alat utama sistem persenjataan (alutsista). Adapun tujuannya kata Sugeng, yakni untuk mengecek kesiapan seluruh satuan tugas yang tergabung dalam Komando Gabungan Terpadu Pengamanan (Kogabpadpam). Selain itu, Polri juga rutin melakukan patroli siber dalam mengantisipasi serangan di dunia maya. Hal ini menunjukkan sistem pengamanan yang maksimal dan terintegrasi.

<img decoding=
Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso

Tidak Boleh Ada Letupan Dalam Pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi G20

Lebih jauh IPW menegaskan, bahwa langkah Polri sebagai bentuk kesigapan sebagaimana ditekankan oleh Presiden Jokowi, yang meminta tidak boleh ada letupan sekecil apa pun. Ada sebanyak 18.000 pasukan gabungan yang akan terlibat dalam pengamanan Konferensi Tingkat Tinggi G20 Bali. Disamping itu, terdapat 13 kapal KRI yang bersiaga di perairan sekitar Hotel Apurva Kempinski dan kawasan Nusa Dua. Kemudian, ada pula 15 helikopter, dua pesawat tempur F16, dua pesawat Sukhoi (Sukhoi 27 dan 30) juga telah bersiap.

Pada kesempatan yang sama IPW turut menekankan, supaya Polri tetap membuka ruang demokrasi dan memberi perlindungan masyarakat sipil (civil society) dalam konsolidasi demokrasi. Pihaknya mengharapkan, Polri mengusut tuntas adanya upaya pembubaran kegiatan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) di kawasan Sanur oleh kelompok tertentu pada hari Sabtu 12 November 2022 lalu. ” Terkait dengan adanya dugaan intimidasi terhadap kegiatan YLBHI juga harus diusut tuntas. Bagaimanapun hak-hak masyarakat sipil jangan sampai dikorbankan. ” pungkasnya.

G20

Tinggalkan Balasan

Email Anda tidak akan dishare ke siapapun

Website ini menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalan Anda. Kami berharap Anda setuju dengan hal ini, namun Anda dapat memilih untuk tidak setuju. Setuju Baca lebih lanjut

Anda Segang offline