Berlibur Ke Kintamani Bali, Jangan Lewatkan Obyek Wisata Ini

Imam Burhannudin

Updated on:

Nusantarasatu.id – Kintamani adalah nama sebuah kecamatan di Kabupaten Bangli yang hampir sebagian besar wilayahnya merupakan daerah pegunungan berhawa sejuk pada siang hari. Di Kintamani, Anda akan disuguhkan banyak pilihan tempat wisata yang begitu indah panorama alam serta budaya dan adatnya. Berikut sejumlah obyek wisata yang bisa dijadikan rujukan bila Anda kebetulan hendak berlibur ke Kintamani, Bali.

10 Hot Spot Kintamani Bali

Museum Gunung Api Batur

Museum yang diremsikan pada tanggal 10 Mei 2007 ini, dibangun dengan tujuan untuk memperkaya pengetahuan masyarakat akan gunung berapi di Indonesia, dan Gunung Batur pada khususnya. Museum Gunung Api Batur memang menjadi obyek wisata edukasi untuk para pelajar dan ilmuwan yang ingin belajar tentang geologi dan aktifitas gunung berapi. Jika dilihat, bangunan museum ini memang sangat unik, di mana bentuk bangunannya seperti meru (tempat suci umat Hindu di Bali) yang terdiri dari empat lantai.

Pendakian Gunung Batur

Gunung yang memiliki ketinggian 1717 m dari permukaan air laut ini sangat pas untuk dijelajahi ketinggiannya oleh siapa saja, Bahkan anak-anak berusia 10 tahun lebihpun dapat dengan mudahnya mendaki gunung ini. Di lokasi ini, Anda dapat menikmati kecantikan matahari terbit (Sunrise) yang memancarkan sinar keemasan di cakrawala. Namun untuk menemukan sunrise di puncak gunung Batur, Anda sebaiknya sudah tiba pada pukul 04.00 dini hari.

Pendakian Gunung Abang

Gunung Abang adalah gunung tertinggi ketiga di Bali yang ketinggiannya mencapai 2152 m dari permukaan laut dan merupakan puncak tertinggi di kaldera Batur. Gunung ini berada di antara Gunung Batur dan Gunung Agung. Gunung abang merupakan bukit hutan basah dan cemara. Gunung Abang juga menjadi salah satu daya tarik para turis, khusunya bagi para pendaki gunung. Dari puncak Gunung tersebut, Anda akan disuguhkan dengan pemandangan alam yang sangat indah sekali sehingga menghilangkan rasa lelah selama melakukan pendakian. Untuk menikmati indahnya sunrise yang di sertai kabut tipis dari puncak gunung Abang, sebaiknya pendakian dilakukan pada pukul 02.00 dini hari.

Pemandian Air Panas Toya Bungkah

Tidak hanya dijadikan sebagai tempat liburan saja, pemandian air panas Toya Bungkah juga kerap digunakan sebagai sarana untuk menghilangkan penyakit, khususnya penyakit kulit, karena airnya memiliki kandungan belerang. Di lokasi ini terdapat tiga jenis kolam yakni kolam untuk anak-anak, remaja dan kolam untuk orang dewasa. Dari kolam pemandian Anda bisa melihat aktivitas penduduk setempat mencari ikan di danau Batur dengan menggunakan jukung.

<img decoding=
Toya-Bungkah Kintamani

Lava Tumuli Gunung Batur

Lava Tumuli Gunung Batur selalu ramai dikunjungi oleh para pelancong baik domestik maupun mancanegara. Lava Tumuli sebenarnya lava yang sudah mengeras yang berbentuk seperti bongkahan batu-batu besar dengan permukaan yang kasar. Di lava tumuli kintamani ini Anda bisa berdiri dengan bebas memandang danau batur dan memandang dua gunung yang menjulang tinggi yakni gunung batur dan gunung abang. Tempat ini sangat bagus untuk digunakan sebagai spot sesi foto praweding dan juga untuk foto landscape.

Pemakaman Di Desa Trunyan

Pemakaman di desa Trunyan ini memang unik, di mana warga yang telah meninggal, jenazahnya tidak akan dikubur maupun dibakar, melainkan diletakan begitu saja disebuah tempat khusus yang bernama “Seme Wayah”. Adapun lokasi Seme Wayah tersebut memang terisolasi oleh danau batur dan jauh dari kehidupan warga. Untuk menuju Seme Wayah, warga setempat maupun turis harus menggunakan sebuah perahu atau jukung. Desa Trunyan ini terletak di sebelah barat Danau Batur.

Danau Batur

Danau ini merupakan danau alami terbesar yang ada di Pulau Bali, dimana airnya bersumber dari hujan dan rembesan air dari hutan disekitar danau ini. Danau batur dimanfaatkan sebagai objek wisata serta tempat budidaya ikan mujair. Pemandangan objek wisata Danau Batur sangat indah sekali. Dan pastinya, para pelancong selalu menyempatkan untuk mengelilingi danau dengan perahu kecil yang disewakan warga sekitar. Sementara itu bagi Anda yang hobi memancing, maka Danau Batur merupakan spot memancing yang sangat bagus.

<img decoding=
Danau Batur Kintamani

Sunrise di Desa Pinggan

Bila Anda ingin menikmati indahnya matahari terbit di pulau Bali tidak selalu harus pergi ke pantai, tetapi bisa juga menikmatinya di daerah pegunungan yakni di Desa Pinggan. Desa ini merupakan tempat tebaik untuk menikmati indahnya sunrise dengan latar belakang Gunung Batur, Gunung Abang, dan Gunung Agung..Namun, jika hendak menikmati sunrise di lokasi ini, sebaiknya hindari ketika musim hujan. agar diperoleh pemandangan alam yang mempesona. Bulan terbaik untuk melihat pemandangan matahari terbit dengan kabutnya di desa Pinggan Kintamani sekitar bulan September – November. Mengunjungi Desa Pinggan, Kintamani, Anda tidak akan dipungut biaya apapun alias gratis. Wisatawan yang berkunjung ke sini biasanya para fotografer yang berburu indahnya matahari terbit dengan pemandangan kabut disekitar gunung Batur.

Agrowisata Desa Catur

Kawasan agrowisata Desa Catur Kintamani menawarkan pesona keindahan alam pedesaan yang sangat asri. Desa ini juga menawarkan berbagai hasil pertanian dan perkebunan khas daerah setempat. Selain bisa menikmati segarnya udara, disini, Anda juga bisa menyaksikan areal perkebunan yang sangat subur, seperti perkebunan kopi dan jeruk. Disamping berwisata tentunya Anda bisa belajar mulai dari pembibitan hingga pengolahan produk perkebunan.

Bila Anda saat berwisata bertepatan pada waktu musim panen jeruk, Maka Andapun bisa ikut memanen dan juga mencicipi buah jeruk yang masih fresh, serta menjadikannya oleh-oleh. Sedangkan bagi anda pecinta kopi, tentu nikmatnya kopi dari Desa Catur atau trekenal dengan Kopi Kintamani jangan sampai terlewatkan.

Pura Puncak Penulisan

Jika anda ingin mengetahui pura tertua di Bali, maka Pura Puncak Penulisan menjadi salah satunya. Tempat ibadahbagi pemeluk agama Hindu ini merupakan peninggalan sejak jaman Megalitikum. Dari sejarah berdirinya, tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi turis yang menyukai perjalanan wisata sejarah di Bali. Pura Puncak Penulisan ini sebagai puranya warga Bali Aga (Bali Asli), yang berarti berdiri sebelum pengaruh Hindu luar masuk ke Bali, seperti pengaruh dari Majapahit ke Bali. Di pelataran Pura Puncak Penulisan juga terdapat banyak benda-benda peninggalan sejarah dari jaman Megalitikum.

Tinggalkan komentar