Kupang Siapkan Rp1 Miliar Dukung Layanan Kesehatan Ibu dan Anak

Mulyadi

Nusantara Satu Berita Daerah – Pemerintah Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur, telah menyiapkan anggaran sebesar Rp1 miliar guna mengoptimalkan pelayanan kesehatan bagi ibu melahirkan dan bayi yang baru lahir lewat program MOMENTUM. ” Kami mengalokasikan anggaran sebesar Rp1 miliar dari APBD II, guna mendukung program MOMENTUM dari USAID dan Kementerian Kesehatan. ” terang Bupati Kupang, Korinus Masneno di Kupang, Jumat (5/11/2021).

<img decoding=
Bupati Kupang, Korinus Masneno

Program MOMENTUM Dilaksanakan Mulai Tahun 2021 Hingga 2025

Adapun program MOMENTUM tersebut merupakan program dari Kementerian Kesehatan RI dalam bidang peningkatan pelayanan kesehatan bagi ibu dan bayi. Dan dilaksanakan di enam Provinsi di tanah air, yakni Provinsi Nusa Tenggara Timur, Jawa Timur, DKI Jakarta, Banten, Sumatera Utara dan Sulawesi Selatan, yang berlangsung mulai tahun 2021 hingga 2025 mendatang. Lebih jauh dijelaskan oleh Bupati Kabupaten Kupang, jika dana sebesar Rp1 miliar yang dialokasikan dari APBD TA 2021 tersebut, akan digunakan untuk kebutuhan pengadaan peralatan medis di RSUD Naibonat guna penanganan kesehatan bagi ibu melahirkan dan bayi baru lahir.

Dalam kesempatan yang sama Korinus Masneno menuturkan, bahwa pemerintahnya mendukung program MOMENTUM hingga tahun 2025 lewat peningkatan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan bayi di puskesmas dan rumah sakit serta peningkatan kualitas rujukan. Ia juga menerangkan, jika pemerintah Kabupaten Kupang turut mengalokasikan anggaran bagi pengadaan obat-obatan di rumah sakit dan puskesmas. Bukan itu saja, turut pula dialokasikan dana pengaman bagi masyarakat tidak mampu dan tidak memiliki identitas diri serta pembiayaan yang tidak ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

Bupati Korinus Masneno menjelaskan, pemerintah desa di Kabupaten Kupang juga mengalokasikan anggaran sebesar 20 persen dari alokasi dana desa (ADD) bagi kepentingan pembangunan sektor kesehatan. ” Dana desa itu digunakan untuk mendukung pelayanan kesehatan masyarakat di desa seperti pemberian makanan tambahan guna meningkatkan gizi anak-anak di desa. ” ucapnya seraya menambahkan, bahwa pemerintah desa juga mengaktifkan kegiatan pelayanan posyandu guna meningkatkan pelayanan kesehatan bagi ibu hamil dan balita di daerah itu.

Leave a Comment