Bahlil: Larangan Ekspor Batubara Tak Berdampak Pada Investasi

Nur Afni

Nusantarasatu.id – Dipastikan oleh Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia, bahwa larangan ekspor batubara yang di terapkan oleh pemerintah tidak akan berdampak secara signifikan terhadap iklim investasi Indonesia. ” Tidak ada pengaruhnya terhadap investasi. ” tegas Bahlil seusai konferensi pers yang berlangsung di Jakarta.

Lebih jauh iapun menambahkan, bila kebijakan tersebut diambil agar kewajiban pasok ke dalam negeri atau domestic market obligation (DMO) batu bara dapat terpenuhi. Karena Bahlil menilai, bila hal tersebut akan sangat berdampak pada aliran listrik di dalam negeri. ” Bagaimana kalau DMO ini tidak dipenuhi? Mana yang lebih buruk?, kita menghentikan ekspor batu bara, listrik kita nyala, atau kita ekspor, listrik kita mati?. ” tuturnya.

Untuk itu Bahlil mengharapkan, supaya para pengusaha batu bara untuk dapat menunjukkan nasionalisme kepada negara. ” Saya jujur saja, saya pro investasi. Tapi saya lebih mencintai negara saya daripada urusan seperti itu. Kalau enggak ditutup dulu (ekspornya), listrik kita mati. ” tegasnya.

Pemerintah Akan Bertanggung Jawab Cari Solusi Terbaik

Pada kesempatan yang sama ia juga mendorong, agar perusahaan batu bara mampu memenuhi kewajiban DMO. Sebab, hingga saat ini masih banyak perusahaan yang belum memenuhi DMO. Kemudian mantan Ketua Umum Hipmi itu mengungkapkan, dirinya terus berkomunikasi dengan Menteri ESDM terkait persoalan ini. Dan iapun merasa yakin, jika pemerintah akan turut bertanggung jawab mencari solusi terbaik. Disamping itu jelas Bahlil, Pemerintah juga memperhatikan aspirasi pihak lain, termasuk negara lain, dalam masalah tersebut.

” Harapan saya adalah tetap kebutuhan dalam negeri ada, kemudian ekspor pun jalan. Saya tahu banyak negara yang menyampaikan surat agar jangan sampai terjadi pelarangan ekspor, karena sekarang kan musim dingin, apalagi krisis energi dunia. Kita bertanggung jawab juga terhadap kepentingan dunia. Tapi, kita minta percepatan untuk penuhi stok dalam negeri, habis itu kita ekspor. ” imbuhnya.

Iapun berpendapat, segera setelah kebutuhan batubara dalam negeri tercukupi, maka Indonesia pun akan bisa kembali mengekspor batu bara. ” Kalau selesai minggu-minggu besok, sudah ada kepastian 5-6 juta pasokan (batu bara), ya boleh kita ekspor. ” pungkasnya.

Leave a Comment