Makna Dibalik Kain Wastra Nusantara Jadi Pesona Tersendiri

Syahrul Ibrahim

Updated on:

Nusantarasatu Fashion – Indahnya kain wastra nusantara tentunya sudah diakui oleh para pecinta fashion tanah air dan juga manca negara. Kain asli dari berbagai daerah Indonesia tersebut, selama ini telah menginspirasi banyak designer papan atas untuk mengaplikasikan dalam busana rancangannya. Diungkapkan oleh Dwi Lestari Kartika, pemilik Eksotiq Boutique, dikawasan Bintaro, Jakarta Selatan, bahwa salah satu yang menjadi pesona dari kain wastra nusantara itu karena memiliki makna dan cerita disetiap lembar kainnya.

“ Saya melihat ada pesona tersendiri pada kain wastra, seperti ada makna dan artinya dari tiap kain wastra. Dari motif-motifnya, dari cara pembuatannya yang handmade, semua ada maknanya. Dan sebagai seorang designer saya merasa terpanggil juga untuk ikut melestarikan serta mengenalkan keindahan kain wastra nusantara tersebut secara lebih luas, baik di dalam negeri maupun ke manca negara. “ tutur Dwi Lestari Kartika saat ditemui di kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan.

Ia pun menyebutkan, sudah ada beberapa jenis kain wastra nusantara yang telah diaplikasikan pada rancangan busananya. Antara lain, kain batik Bekasi, tapis Lampung, batik Pekalongan, batik Solo, tenun Sumba, songket, tenun troso Jepara dan yang lainnya. Menurut Dwi, seluruh kain wastra tersebut, jika sudah diaplikasikan dengan bahan lain dalam satu busana, akan terlihat lebih mewah dan elegan. “ Pesonanya akan semakin terpancar, hasil karya busananya jadi terkesan seperti berbicara. “ terangnya.

Merancang Busana Kain Wastra Nusantara Butuh Ketelitian Tinggi

Meski begitu iapun mengakui, jika membuat busana yang mengaplikasikan kain wastra nusantara tersebut, dibutuhkan ketelitian yang tinggi, terutama dalam mengatur dan menyamakan letak motif pada busana. “ Kita harus melihat alur motifnya, jangan sampai motifnya ada yang terpotong dan tidak sama antara satu dengan sisi lainnya. Jadi kalau mendesain kain wastra, saya harus melihat dulu motifnya seperti apa, baru saya buat desainnya. Berbeda dengan membuat busana dengan kain polos. “ ucap Dwi Lestari seraya menambahkan, jika dirinya sudah sejak 8 tahun terakhir ini kerap menggunakan kain wastra nusantara dalam rancangan busananya.

Dan semakin hari kata Dwi Lestari, minat masyarakat terhadap busana-busana yang dikombinasikan dengan kain wastra semakin tinggi. Bahkan lanjutnya, bukan hanya masyarakat di tanah air saja, masyarakat di luar negeri juga sangat menggemari busana kain wastra nusantara. “ Seperti waktu saya fashion show serta pameran di Den Hag, Belanda, bukan hanya warga negara Indonesia yang menetap di Belanda saja yang datang, namun orang Belanda sendiri begitu antusias terhadap kain wastra. Dan mereka (orang Belanda) sangat kagum dengan kain wastra kita, mereka juga banyak membeli busana kain wastra dari designer kita. “ imbuhnya.

Selaras dengan kian meningkatnya animo masyarakat terhadap kain wastra, iapun berharap, kedepannya kain wastra indonesia tersebut dapat menjadi trend fashion yang lebih berkembang lagi secara pesat bukan hanya di dalam negeri tapi di dunia. Selain itu, makin banyak lagi masyarakat yang turut melestarikan kain wastra tersebut.

Sebelumnya, dalam acara fashion show Heritage of Indonesia yang diselenggarakan oleh Pelangi Wastra Indonesia (PWI) di hotel Goodrich, Jakarta Selatan, Dwi Lestari menampilkan 3 koleksi busana yang bertema touch of ikat. Rancangan itu kata Dwi Lestari, terinspirasi dari kain wastra tenun ikat Flores Nusa Tenggara Timur, yang dibordir di kain lace dan dikombinasikan dengan kain silk.

Dwi Lestari Kartika Bersama Sriani Bahlil Lahadalia

2 pemikiran pada “Makna Dibalik Kain Wastra Nusantara Jadi Pesona Tersendiri”

Tinggalkan komentar