Bangun Masyarakat Inklusif Jadi Komitmen di Presidensi G20 RI

M. Sanudin

Nusantarasatu Ketenagakerjaan – Ditegaskan oleh Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) RI, Ida Fauziyah, bahwa dalam Presidensi G20 pada tahun 2022, Indonesia berkomitmen akan mendorong pembangunan masyarakat yang inklusif dan mendukung penyandang disabilitas menjalani hidup secara mandiri. ” Presidensi G20 Indonesia berkomitmen untuk bekerja membangun masyarakat yang inklusif dan mendukung penyandang disabilitas untuk menjalani kehidupan mereka secara mandiri. ” tutur Ida Fauziah dalam acara Kampanye G20 ‘Melibatkan Penyandang Disabilitas Untuk Inklusivitas’ di Jakarta.

Lebih lanjut ia menambahkan, bila Indonesia ingin memastikan pembangunan masyarakat dilaksanakan secara inklusif, berkeadilan dan sejahtera. Menurut Menaker RI, hal itu penting, karena terdapat lebih dari satu miliar penyandang disabilitas atau setara 15 persen dari total populasi dunia. Bukan itu saja lanjutnya, sebanyak 80 persen penyandang disabilitas berada dalam rentang usia 18 sampai 64 tahun. Dalam kesempatan yang sama iapun menyoroti, bahwa prevalensi kelompok penyandang disabilitas di usia produktif lebih tinggi di negara-negara berkembang.

Penyandang Disabilitas Banyak Tantangan , Perlu Bangun Masyarakat Inklusif

Sementara itu dalam bidang ketenagakerjaan, penyandang disabilitas lebih sulit mendapatkan pekerjaan, serta berisiko mengalami kehilangan pekerjaan dan memiliki lebih banyak tantangan untuk kembali bekerja setelah pemulihan ekonomi di masa pandemi. ” Oleh karena itu Indonesia mengajak untuk melanjutkan proses pembangunan ekonomi dan sosial secara inklusif. ” ucapnya.

Sehubungan hal tersebut, sejumlah langkah telah diambil Indonesia untuk melindungi hak para penyandang disabilitas di bidang ketenagakerjaan. Dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas telah diamanatkan, bahwa pemerintah pusat, daerah, BUMN dan BUMD wajib memperkerjakan penyandang disabilitas dua persen dari total pegawai. Sementara untuk perusahaan swasta wajib memperkerjakan paling sedikit satu persen.

Adapun Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) kata Ida Fauziyah, juga terus berusaha memperkuat pengarusutamaan hak penyandang disabilitas atas pekerjaan. Disamping mendorong berbagai pemangku kepentingan, Kemnaker juga memberikan penghargaan tahunan untuk perusahaan dan BUMN yang memperkerjakan penyandang disabilitas. Berdasarkan data Kemnaker per 2021 lalu, sebanyak 1.271 penyandang disabilitas telah bekerja di 72 BUMN dan 4.554 penyandang disabilitas telah bekerja di 588 perusahaan swasta. Sedangkan jumlah penyandang disabilitas di Indonesia diperkirakan sekitar 16,5 juta.

2 pemikiran pada “Bangun Masyarakat Inklusif Jadi Komitmen di Presidensi G20 RI”

Tinggalkan komentar