Teknik Terbaik Memotret Anak Dan Bayi Pakai Smartphone

Syahrul Ibrahim

Nusantarasatu.id – Teknik fotografi atau cara memotret anak dan bayi dengan menggunakan kamera ponsel merupakan hal yang sangat penting untuk dipelajari. Hal ini perlu diperhatikan, agar Anda tidak melewatkan seluruh momen perkembangan anak. Karena dengan teknik pengambilan foto yang tepat, makna cerita di balik foto akan lebih hidup dan kualitas gambar juga akan lebih baik. Dalam ulasan berikut ini, ada sejumlah hal yang perlu dipahami tentang bagaimana mendapatkan hasil foto anak dan bayi yang baik dengan menggunakan kamera ponsel. Mari disimak ulasannya.

1. Pelajari Kamera

Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah pelajarilah semua fitur dan cara mengoperasikan kamera smartphone tersebut. Jangan ragu untuk googling atau membaca buku panduan yang disertakan pada kotak kamera, ataupun menanyakan ke orang lain jika tidak mengerti.

2. Perhatikan Tampilan Anak

Anda pastinya tidak ingin menghasilkan foto anak dengan “pakaian jelek” dan “bertampang kusam”. Untuk itu, ajaklah anak untuk mandi dan mengenakan pakaian terbaik sebelum memotret. Jika perlu, belilah beberapa kostum super hero atau karakter animasi yang disukai anak. Selain membuat tampilan anak menjadi lebih baik, kostum juga bisa meningkatkan mood pada anak.

Untuk anak perempuan, kenakan juga aksesoris seperti cincin, gelang, kalung, anting, bando, ataupun mahkota puteri raja untuk mempercantiknya. Lebih baik lagi apabila Anda juga menyediakan “properti” untuk melengkapi pemotretan. Seperti misalnya stiker dinding, sepeda, alat musik, dan lainnya. Merias anak dengan bedak bayi secara proporsional juga baik untuk membuat wajahnya lebih cerah. Disamping itu, jaga agar anak tidak kusam dengan mengelap setiapkali anak berkeringat saat pemotretan.

3. Pilih Tempat Pemotretan

Lokasi pemotretan tentunya berpengaruh terhadap hasil foto. Karena tempat tersebut nantinya akan menjadi background dari foto. Lokasi yang bagus seperti kebun binatang, pegunungan, atau tempat bermain anak perlu kiranya Anda pertimbangkan untuk mendapat background yang baik.

4. Foto Ketika Mood Anak Sedang Baik

Rasa kantuk atau lapar pada anak akan membuatnya emosi. Kecuali apabila Anda memang ingin menangkap potret emosi anak yang meluap-luap. Sebaiknya biarkan anak makan atau minum susu dan cukup tidur sebelum dilakukan pemotretan. Kondisi tidak lapar dan sudah cukup tidur membuat moodnya menjadi baik ketika difoto.

5. Optimalkan Cahaya Matahari

Memotret anak didalam ruangan, meskipun sudah dibantu dengan lampu yang terang terkadang masih kurang untuk membuat pencahayaan yang baik. Selain itu memang kualitas warna dan karakter foto akan lebih bagus dengan cahaya alami matahari. Namun begitu, sebaiknya hindarilah anak terkena cahaya matahari secara langsung. Karena terik matahari akan menyebabkan anak berkeringat, mengerutkan dahi, menyipitkan mata, dan muncul bayangan yang tidak bagus.

Untuk itu, usahakan untuk memotret anak di dekat jendela atau pintu. Atau ajaklah keluar dan memotretnya di luar ruangan tapi tetap teduh dan terhindar dari sinar matahari langsung. Waktu yang tepat untuk memotret adalah sebelum jam 9 pagi, setelah jam 3 sore, ataupun ketika matahari tertutup awan.

6. Hindari Foto Anak Yang Berlari

Kecuali jika Anda memiliki kamera yang bagus dan menguasai teknik mengatur shutter speed dan teknis lainnya, hindarilah memfoto anak yang sedang berlari. Terlebih bila Anda memotret hanya menggunakan kamera smartphone yang speednya terbatas, hampir bisa dipastikan akan menghasilkan gambar yang tidak fokus dan buram karena gerakan.

Untuk anak yang aktif, maka gunakan mode continuous atau burst atau mode scene sports. Secara alami memang anak suka bergerak dan suntuk jika diminta untuk tenang dan diam. Biarkan saja mereka bergerak secara bebas dan tidak terlalu mengarahkan gaya atau menekannya.

7. Jaga Fokus dan Tunggu Momen

Ketika hendak memotret, sebaiknya jangan terbutu-buru menekan tombol shutter kamera atau handphone, bersabarlah untuk menunggu momen yang tepat untuk mengambil foto. Sembari menunggu, gunakan fitur face tracking pada smartphone untuk mengunci fokus. Kemudian, apabila momentum yang Anda inginkan sudah didapat, barulah Anda tekan tombol shutter kamera ponsel.

8. Lakukan Gerakan Konyol

Bayi tentunya tidak bisa diatur dengan kata-kata. Demikian juga anak-anak yang terkadang sulit untuk diminta tersenyum atau mengucapkan suatu kata ketika akan dipotret. Oleh sebab itu, jangan terlalu “jaim” untuk bertingkah konyol agar anak mau memberikan senyum dan tawanya yang riang untuk mendapatkan foto yang bagus.

9. Komposisi: Mata di Bagian Atas

Usahakan untuk mendapatkan foto dengan posisi mata berada di bagian atas. Karena jika kotak fokus berada di tengah, sering didapatkan foto dengan komposisi mata berada di tengah foto, sementara bagian dada terpotong dan bagian atas kosong. Dan seringkali juga bagian kosong terisi dengan aktifitas orang lain di background yang tidak diinginkan.

Kecuali Anda menginginkan efek dan angle tertentu, sejajarkan posisi kamera dengan mata. Ini dikarenakan tinggi tubuh anak yang sudah pasti jauh lebih rendah dari Anda. Agar tubuh tampak proporsional (kepala tidak lebih besar daripada bagian tubuh yang lain), ambil foto dengan posisi merunduk, jongkok, duduk atau berbaring.

10. Nikmati Dan Pelajari Setiap Jepretan

Sudah umum di era digital bahwa kita seringkali mengumbar shoot karena tak perlu lagi memikirkan kapasitas kamera ataupun kekuatan baterai. Untuk mendapatkan hasil yang terbaik dari waktu ke waktu, belajarlah dari setiap foto yang diambil, baik dengan mempertimbangkan hasil sebelum menekan shutter maupun memperhatikan hasil setelah gambar diambil.

Tinggalkan komentar