Menteri Pertanian Minta Pemda Jambi Serius Garap Hilirisasi Nanas

Nur Afni

Updated on:

Nusantara Satu Berita Pertanian – Pada kunjungannya ke Provinsi Jambi, Menteri Pertanian (Kementan) Syahrul Yasin Limpo melakukan panen nanas di kebun agrowisata Desa Tangkit Baru, Kabupaten Muaro Jambi. Dalam kesempatan ini, ia mendorong efektivitas lahan perkebunan nanas di kebun agrowisata tersebut dengan melakukan penanaman lebih dari satu jenis produk pertanian. ” Perkebunan nanas ini sangat potensial, maka dari itu jangan hanya produk nanas saja, ayo tambah jenis tanaman lain, pinang misalnya atau dikombinasikan dengan peternakan. ” ucap Syahrul Yasin Limpo.

Diluar Negeri, Nanas Miliki Nilai Jual Yang Cukup Tinggi

Dengan dilakukannya efektivitas lahan pertanian tersebut sambung Menteri Pertanian, akan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat. Ia juga menjelaskan, bahwa pemerintah daerah (Pemda) akan memfasilitasi hilirisasi produksi nanas, sehingga bukan hanya dijual dalam bentuk buah segar saja, akan tetapi diproduksi berupa produk olahan nanas. ” Di luar negeri, nanas memiliki nilai jual yang cukup tinggi. Saya kira ini bisa diekspor menjadi salah satu produk pertanian unggulan di Jambi. Namun perlu konsentrasi yang tinggi dari pemerintah daerah-nya. ” terang Mentan RI.

Bukan itu saja, saat melakukan kunjungan tersebut, Syahrul Yasin Limpo juga mendorong perluasan areal perkebunan nanas di desa ini yang sekarang baru 1.050 hektare, supaya bisa dikembangkan menjadi industri pengolahan produk nanas dalam sekala besar. Dan jika luasan perkebunan nanas itu memadai sambung Syarul, maka bisa didirikan pabrik pengolahan produk nanas di daerah ini. ” Untuk dapat mendirikan pabrik pengolahan produk nanas setidaknya terdapat 5.000 hektare kebun nanas, kepada gubernur, bupati, dan kepala desa, agar dapat mendorong perluasan lahan tersebut. ” tegas Menteri Pertanian RI Mentan.

Disamping melakukan panen nanas, Syahrul Yasin Limpo juga memfasilitasi permintaan petani nanas agar pemerintah membuatkan jalan produksi. Karena hingga saat ini, sebagian besar areal perkebunan nanas tersebut belum memiliki jalan produksi yang memadai. Mengingat lahan perkebunan nanas ini berada di atas lahan gambut, oleh karena itu memerlukan jalan produksi yang memadai.

Tinggalkan komentar