Reisa: Masyarakat Tidak Bisa Pilih Jenis Merek Vaksin Booster

Reza Arya

Nusantarasatu.id – Warga masyarakat, ditegaskan oleh Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru Reisa Broto Asmoro, tidak bisa memilih jenis merek vaksin yang akan digunakan sebagai vaksin booster selanjutnya. “ Sebenarnya sudah ada panduannya, jadi kita tidak bisa memilih merek-merek vaksin. Sudah ada aturannya dari badan pemerintah ataupun para ahli, yang sudah melakukan penelitian terkait dari jenis terkait dari dosisnya. ” ujar Reisa dalam Siaran Sehat bertajuk ‘Vaksinasi Booster dan Waspada Omicron’ yang diikuti secara daring di Jakarta.

Iapun mengatakan, bahwa terdapat lima vaksin yang bisa digunakan sebagai booster oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Di antaranya Sinovac, AstraZeneca, Moderna, Pfizer dan Zivifax yang sudah mendapatkan izin penggunaan dalam kondisi darurat (EUA). Di mana dari setiap jenis vaksin tersebut terang Reisa, sudah diatur berdasarkan hasil penelitian BPOM dan para ahli, berdasarkan dosis dari vaksin masing-masing, sehingga masyarakat tidak bisa memilih tiap Merek Vaksin Booster.

Adapun pemberian vaksin booster tersebut sambungnya, akan dibedakan menjadi dua macam, yaitu homolog dan heterolog. Secara homolog, vaksin yang diberikan sama dengan vaksin primer atau dosis pertama dan kedua seseorang. Sedangkan pada heterolog yaitu, vaksin booster diberikan secara berbeda dengan vaksin primernya. Iapun mencontohkan, bila seseorang memiliki riwayat vaksin primer menggunakan Sinovac, maka homolog Merek Vaksin Booster yang disarankan dapat menggunakan Sinovac kembali dalam dosis lengkap. Atau bisa juga berupa heterolog, dengan menggunakan Pfizer dalam setengah dosis maupun AstraZeneca setengah dosis.

Penting Ikuti Panduan Yang Sudah Disetujui BPOM

Pada kesempatan inipun ia menyampaikan, bila beragam jenis vaksin booster yang tersedia dapat berubah sewaktu-waktu, karena disesuaikan dengan stok yang ada pada kondisi terkini. “ Jadi memang tergantung ketersediaan berdasarkan stok. Tetapi nanti kalau berubah lagi, ternyata bulan depan atau dua bulan lagi yang tersedia yang banyak di masyarakat itu berbeda, tidak apa-apa. Yang penting ikuti panduan yang sudah disetujui oleh panduan BPOM. ” imbuhnya.

Untuk itu kata Reisa, sebaiknya masyarakat tidak mengulur waktu atau menunggu sebuah jenis vaksin yang ada agar anti bodi yang habis, dapat segera terbentuk kembali. Oleh karenanya, diharapkan semua pihak dapat segera melengkapi dosis vaksinnya atau pergi ke fasilitas kesehatan terdekat bila sudah mendapatkan E-ticket untuk booster.

Lebih jauh iapun meminta, supaya warga masyarakat mengajak dan menemani anak-anak usia 6-11 tahun ke atas, untuk segera mendapatkan vaksin Covid-19. Hal ini ungkapnya, bertujuan agar anak dapat menjalankan pembelajaran tatap muka (PTM) dengan lebih terlindungi dan percaya diri. “ Ini penting sekali untuk dilakukan karena ini upaya kita bersama, agar Indonesia bisa keluar dari pandemi COVID-19. Yang belum vaksin ayo segera di vaksin dan termasuk bagi yang sudah bisa mendapatkan vaksinasi lanjutan sesuai kriteria ingat 18 tahun ke atas untuk boosternya. ” tegasnya.

Satu pemikiran pada “Reisa: Masyarakat Tidak Bisa Pilih Jenis Merek Vaksin Booster”

Tinggalkan komentar