Cara Metering Teknik Strobist Yang Perlu Dipahami

Syahrul Ibrahim

Metering Teknik Strobist – Memang, teknik fotografi Strobist ini tidak banyak diterapkan oleh fotografer, terutama yang masih pemula. Padahal, apabila sudah mengerti bagaimana cara metering, maka hasil foto Andapun terkesan lebih halus sehingga makin enak dipandang. Sebab, teknik Strobist sendiri merupakan cara dalam fotografi yang memanfaatkan penggunaan lampu kilat (speedlight/flash) namun tidak terpasang pada Hot Shoe kamera.

Penggunaan cara metering ini, secara umum lebih sering digunakan dengan kamera SLR maupun kamera DSLR. Selain itu, tak jarang juga teknik Strobist ini dilakukan dengan menggunakan lebih dari satu lampu kilat, bisa dua sampai tiga lampu bahkan lebih.

Metering Teknik Strobist

Berikut ini penjelasan secara detail mengenai bagaimana cara melakukan metering pada teknik Strobist, antara lain sebagai berikut :

Metering Teknik Strobist
Hasil Pengaplikasian

Penerapan cara metering teknik Strobist yang pertama yakni Anda harus memahami bagaimana peletakan posisi flash yang benar. Untuk kemudahan menggunakan teknik ini, alangkah baiknya Anda menggunakan light stand. Jika Anda menggunakan dua flash, posisikan satu flash di depan objek secara menyamping dengan posisi jangan terlalu dekat, dan satunya lagi bisa ditempatkan di belakang objek. Hal ini tentu tak lepas dari cara metering yang memang lebih mengedepankan intensitas pancaran cahaya yang lebih terang serta luas.

Sedangkan untuk mendapatkan hasil pencahayaan yang lebih lembut dan terpancar, maka cara metering yang perlu dilakukan adalah dengan memotret menyamping. Namun, posisi pemotretan menyamping atau tidaknya ini tergantung dengan selera Anda. Posisi menyamping biasanya agar flash bisa menerangi objek bagian samping. Sedangkan peletakan di posisi belakang bertujuan untuk menerangi bagian belakang objek. Meski terlihat mudah, namun cara metering pada teknik ini ini perlu dipahami.

Kontrol terhadap Ambient Exposure atau disebut dengan cahaya di sekitar obyek, merupakan hal yang perlu dipahami juga dalam menerapkan cara metering pada teknik Strobist. Sebagai contoh, pada penggunaan angka Shutter Speed rendah bisa memungkinkan cahaya pada latar belakang lebih terang. Dan jika sebaliknya dengan Shutter Speed tinggi lingkungan akan gelap. Cara metering yang satu ini lebih memfokuskan pada hubungan antara shutter speed dan cahaya yang berada di bagian belakang subyek foto.

Yang terakhir, cara metering pada teknik Strobist yang tak boleh dilupakan yaitu lebih kepada bagaimana mengatur cahaya yang masuk. Bukan menyeting cahayanya, melainkan bagaimana memanfaatkan cahaya yang ada untuk memaksimalkan foto agar tampak begitu halus dan lembut. Tentu saja, karena begitu penting, maka cara metering pada teknik ini menjadi perlu Anda kuasai juga.

Penerapan cara metering pada teknik ini yang telah disebutkan tadi, bisa Anda gunakan sebagai langkah alternative daripada menggunakan lighting Studio yang lebih mahal dan susah dibawa keluar ruangan. Pasalnya, peralatan Strobist saat ini juga tidak terlalu mahal, hanya dengan flash seharga ratusan ribu dan Trigger dibawah 300 ribu, Anda pun sudah bisa bereksperimen dengan cahaya.

Leave a Comment