Obat Pasien Omicron Yang Dirawat di Rumah Digratiskan Pemerintah

Reza Arya

Nusantarasatu.id – Pemerintah, kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, akan memberikan obat sekaligus konsultasi secara gratis melalui telemedisin (telemedicine) bagi masyarakat yang terkonfirmasi positif Covid-19 varian Omicron. ” Jadi yang positif itu dihubungi melalui WA (aplikasi whatsapp) lalu dia mesti pilih telemedisinnya, nanti diberikan konsultasinya gratis, kalau dari hasil konsultasi perlu obat nanti obatnya dikirim. ” ucap Budi Gunadi usai menghadiri rapat terbatas mengenai Evaluasi PPKM di Kantor Presiden Jakarta.

berdasarkan dari data Satgas Covid-19, hingga hari Minggu (9/1/2022) lalu, terdapat 529 kasus baru positif Covid-19 di Indonesia, sehingga total ada 4.266.195 kasus sejak bulan Maret 2020. Sementara jumlah kasus aktif di tanah air, mencapai angka 6.108 kasus, atau bertambah sebanyak 316 kasus dibanding sehari sebelumnya. Dari jumlah itu, 414 kasus merupakan varian Omicron. ” Obatnya juga gratis tapi kalau ternyata tidak perlu obat ya sudah di rumah saja. ” ujar Budi Gunadi.

Lebih lanjut Menkes RI menambahkan, bahwa Kementerian Kesehatan memang membuat perubahan strategi dalam penanggulangan varian Omicron. ” Transmisi Omicron memang akan jauh lebih tinggi dari Delta tapi yang dirawat lebih sedikit sehingga strategi layanan Kementerian Kesehatan akan digeser sehingga yang sebelumnya fokus ke rumah sakit, sekarang fokusnya ke rumah karena akan banyak orang yang terkena tapi tidak perlu ke rumah sakit. ” tuturnya.

Kemenkes Telah Lakukan Penelitian Pada 414 Pasien Omicron

Kemenkes RI lanjut Budi Gunadi, sudah melakukan penelitian ke 414 pasien terkonfirmasi varian Omicron.” Apa gejalanya, ada yang hanya perlu dirawat di rumah which is sebagian besar seperti itu, gejala apa saat dirawat di isolasi terpusat seperti rumah sakit, mana yang sedang dan mana berat. ” terangnya.

Bukan itu saja, Kemenkes juga sudah bekerjasama dengan 17 penyedia jasa telemedisin untuk memastikan agar pasien yang harus dirawat di rumah tetap bisa mendapatkan akses guna berkonsultasi ke dokter dan mendapatkan obat. ” Kami juga sudah kerja sama ‘start up’ bidang logistik dan BUMN Kimia Farma agar obat-obatan bisa sampai termasuk 400 ribu tablet molnupiravir yaitu obat antivirus yang baru dari Merck sudah tiba di Indonesia dan siap digunakan. “ ungkapnya.

Adapun pasien yang dirawat di rumah lanjut Budi Gunadi, adalah mereka yang tingkat saturasinya ada di atas 95. ” Teknisnya kalau yang sakit dan tidak ada gejala, tapi kalau dia gejala batuk, pilek, demam selama saturasi di atas 95 tidak perlu ke rumah sakit, tapi kalau tidak ada gejala ya sudah di rumah saja, tidak usah melakukan apa-apa, isolasi saja, tapi kalau dia ada gejala dikasih paket obat. ” imbuhnya.

Molnupiravir Jadi Salah Satu Obat Bagi Pasien Omicron

Sedangkan obat yang akan diberikan yaitu seperti paket obat yang pernah diberikan pemerintah pada pertengahan 2021. ” Sama seperti yang dulu tapi ada molnupiravir dari Merck itu saja. ” tegasnya.

Disampaikan olehnya, bila dari 414 kasus Omicron di Indonesia, pasien dengan kategori sedang, yakni yang memerlukan perawatan dengan oksigen, hanya berjumlah dua orang. Dimana mereka berusia 58 tahun dan 47 tahun, dan keduanya memiliki komorbid. ” Dari 414 orang yang dirawat karena Omicron ini, 114 orang atau 26 persen sudah sembuh termasuk dua orang tadi yang masuk kategori sedang sehingga bisa kembali ke rumah, jadi kesimpulannya meski Omicron lebih cepat transmisinya tapi lebih ringan keparahannya. ” kata Menkes.

Meski begitu dirinya mengakui, bahwa ada kemungkinan Indonesia akan menghadapi gelombang Omicron. ” Tidak usah panik kita sudah persiapkan dengan baik, pengalaman menunjukkan walau naik cepat tapi gelombang turunnya cepat, lakukan prokes, disiplin ‘surveilance’ dan jangan lupa lakukan vaksinasi. ” pungkasnya.

Tinggalkan komentar