Menkeu RI: Optimalisasi Aset Dapat Berikan Manfaat Sosial

Nur Afni

Updated on:

Nusantarasatu.id – Disebutkan oleh Menteri Keuangan (Kemenkeu) Sri Mulyani Indrawati, jika optimalisasi aset negara yang selama ini terbengkalai, dapat memberikan dampak yang tidak hanya bermanfaat dari segi ekonomi, namun juga sisi sosial budaya bagi anak-anak muda. ” Real asset manager, tidak hanya sekedar memiliki, tapi juga memutar otak untuk mengelola aset dan generating revenue dalam rupiah, serta create banyak sekali dampak sosial budaya yang kadang priceless. “ ucap Menkeu Sri Mulyani ketika memberikan sambutan dalam peresmian Gedung Dhanadyaksa Dipati Ukur di Bandung, Jawa Barat.

Lebih jauh ia menambahkan, bila optimalisasi ruang-ruang yang selama ini tidak termaksimalkan, merupakan hal yang positif. Sebab, aset tersebut bisa menjadi tempat pijakan bagi generasi muda untuk berkarya dan menciptakan sesuatu yang bermanfaat bagi lingkungan. ” Mindset kita adalah kita harus gelisah ketika melihat aset yang hanya berdiri, tidak digunakan sebagaimana mestinya, belum lagi maintain untuk uang dan tidak generate apapun. Kita harus gelisah, karena masih banyak sekali asset legacy seperti ini. ” tegas Menkeu RI.

Jadi Creative Hub dan Co Working Space, Bentuk Inovasi Pemanfaatan Aset Negara

Sebelumnya, Menkeu Sri Mulyani meresmikan Gedung Dhanadyaksa Dipati Ukur di Bandung yang bermanfaat sebagai Creative Hub dan Co Working Space bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta para pelaku industri kreatif. Gedung yang memiliki lokasi strategis tersebut, juga merupakan bentuk inovasi pemanfaatan aset negara oleh Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk mengembangkan usaha dan kreativitas anak-anak muda di Bandung.

Oleh karenanya ia menuturkan, upaya LMAN untuk melakukan optimalisasi aset guna mendorong kreativitas generasi muda dalam kondisi pandemi Covid-19, patut diberikan apresiasi. Karena hal ini bernilai lebih dibandingkan ketika situasi normal. ” LMAN bisa meneruskan ini ke setiap kementerian/lembaga untuk generate sesuatu yang baru. Semoga aset ini benar-benar bermanfaat bagi masyarakat terutama generasi muda. Kita semua berkewajiban untuk create space agar let them creative, let them innovative, agar mereka berkembang dengan baik. ” jelasnya.

Kedepan Menteri Sri Mulyani berharap, tidak ada lagi aset-aset yang tidak produktif dan menjadi beban dari sisi biaya maupun sosial ekonomi. Iapun mencontoh, pengelolaan aset di negara maju yang bisa memberikan benefit kepada masyarakat. Gedung Dhanadyaksa Dipati Ukur merupakan aset eks PT Pertamina yang ditetapkan menjadi Barang Milik Negara (BMN) dan diserahkan kepada LMAN melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) pada 21 Juni 2017 dalam kondisi free and clear.



Tinggalkan komentar