Pabrik Es Krim Investasi Rp1,9 t, Menperin RI Beri Apresiasi

Nur Afni

Nusantarasatu.id – Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita memberikan apresiasinya pada investor es krim terbesar, PT Yili Indonesia Dairy, yang telah menanamkan investasi sebesar Rp1,9 T, dari rencana totalnya sebesar Rp2,5 T. Perusahaan tersebut sedianya akan membangun pabrik es krim terbesar di Indonesia. “ Kami memandang kehadiran PT Yili Indonesia Dairy dalam memproduksi es krim Joyday adalah suatu strategi bisnis yang tepat untuk memenuhi peningkatan kebutuhan masyarakat Indonesia terhadap produk susu olahan, khususnya es krim yang berkualitas. ” ucap Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita pada Peresmian Pabrik Es Krim PT Yili Indonesia Dairy di Bekasi.

Diharapkan Investasi Pabrik Es Krim Mampu Serap Lima Ribu Tenaga Kerja

Adapun PT Yili Indonesia Dairy sendiri merupakan anak usaha dari Yili Group asal Tiongkok. Yili Group adalah perusahaan pengolahan susu terbesar di Asia dan lima besar di dunia. PT Yili Indonesia Dairy mempunyai kapasitas produksi sebesar 159 ton per hari, dengan proyeksi menghasilkan 4 juta es krim per hari setelah realisasi investasi tahap dua. “ Ekspansi ini dibutuhkan Indonesia. Tidak hanya menambah nilai ekonomi, tetapi juga menambah serapan tenaga kerja. Kami berharap, dari tenaga kerja yang sudah terserap sebanyak 270 orang ini akan terus bertambah sesuai dengan targetnya yang akan mencapai 5.000 orang. ” terang Menperin.

Sementara itu disampaikan oleh Komisaris Yili Group, Pan Gang, bahwa ke depannya Yili Group akan terus meningkatkan inovasi produk serta menciptakan lebih banyak lapangan kerja bagi masyarakat Indonesia. “ Yili Group juga akan berpartisipasi secara aktif ke dalam pengembangan ekonomi lokal dan bekerja sama dengan mitra untuk memberi manfaat bagi lebih banyak orang di Indonesia. ” jelasnya.

Bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik yang besar, namun pabrik yang berdiri di atas lahan seluas 17 hektare tersebut juga akan membidik pasar ekspor ke wilayah Asia Tenggara, yang diawali ke Thailand pada pertengahan bulan Desember 2021. Perusahaan ini sendiri telah mengantongi sertifikasi ISO 22000:2018 Sistem Manajemen Keamanan Pangan. Lebih jauh Agus Gumiwang merasa optimis, jika penanaman modal PT Yili di Indonesia menjadi gerbang pembuka bagi investasi perusahaan selanjutnya di masa depan. “ Mengutip pepatah kuno dari Lao Tzu, perjalanan seribu mil harus dimulai dengan satu langkah. ” imbuhnya.

Industri Mamin Jadi Motor Utama Pertumbuhan Industri Pengolahan Nonmigas

Selain itu kata Menperin RI, investasi PT Yili juga akan memacu kontribusi industri makanan dan minuman (mamin) terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Terlebih lagi, industri makanan dan minuman merupakan salah satu sektor yang mendapatkan prioritas pengembangan sesuai dengan peta jalan Making Indonesia 4.0. “ Industri makanan dan minuman juga sebagai motor utama kepada pertumbuhan industri pengolahan nonmigas karena didukung oleh sumber daya alam yang berlimpah dan permintaan domestik yang terus meningkat. ” ujarnya.

Ditambahkan Agus Gumiwang. Meskipun terkena dampak pandemi Covid-19, PDB industri mamin masih dapat tumbuh sebesar 3,49 persen pada triwulan III tahun 2021, sejalan dengan pertumbuhan PDB nasional sebesar 3,51 persen. ” Pada periode yang sama, industri makanan dan minuman berkontribusi sebesar 38,91 persen terhadap PDB industri pengolahan non-migas, sehingga menjadikannya subsektor dengan kontribusi PDB terbesar. ” ungkapnya.

pada kesempatan ini, Menperin juga menyambut baik dan berterima kasih atas kontribusi PT Yili untuk turut serta membantu pemerintah menanggulangi pandemi Covid-19 lewat program vaksinasi bagi anak sekolah usia 12 – 17 tahun di Kabupaten Bekasi. “ Indonesia dinilai berhasil menjadi salah satu negara yang mampu mengendalikan penyebaran pandemi COVID-19 hingga level 1. Ekonomi Indonesia, termasuk sektor industri telah mulai pada tahap pemulihan. ” pungkassnya.

Tinggalkan komentar