Menkes RI : 400 Ribu Paxlovid Antivirus Sudah Tiba

Reza Arya

Nusantarasatu.id – Disampaikan oleh Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin, sebanyak 400.000 obat Covid-19 buatan Pfizer, Paxlovid antivirus, sudah tiba di Indonesia. Kedatangan obat tersebut sambung Menkes RI, dalam rangka menanggulangi pandemi Covid-19, terutama untuk mengantisipasi kebutuhan obat jika terjadi lonjakan kasus. ” Pemerintah sudah mempersiapkan obat-obatan, Paxlovid Antivirus 400.000 tablet sudah datang, kami sudah lihat, rencananya juga akan diproduksi di Indonesia bulan Maret-April. ” ucap Budi Gunadi dalam keterangan pers terkait hasil rapat terbatas tentang Evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jakarta.

Bukan itu saja, pemerintah Indonesia juga sedang memproses untuk mendatangkan Paxlovid Antivirus, yang diharapkan bisa tiba pada Februari 2022. ” Sehingga pada saat nanti terjadi lonjakan kasus Covid-19, obat-obatannya pun sudah siap. ” tambah Menkes Budi Gunadi.

<img decoding=
Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin

Lebih jauh dirinya menambahkan, jika Presiden Joko Widodo telah memberikan arahan agar memastikan obat-obatan tersebut bukan hanya tersedia di pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) atau rumah sakit pemerintah saja, namun juga tersedia di apotek. Obat-obatan untuk penanganan Covid-19 tersebut lanjutnya, akan dibagi dalam kategori yang bisa dibeli umum. Baik yang harus dibeli dengan mendapatkan resep dokter dan hanya bisa diberikan melalui perawatan rumah sakit.

Puncak Kasus Omicron 35 Sampai 65 Hari

Sebagaimana diungkapkan sebelumnya, Menkes kenaikan kasus Covid-19 varian Omicron akan cepat mencapai puncak kasus, yakni dalam kisaran sejak 35-65 hari dari awal penularan.” Di rapat terbatas tadi telah kami update kepada Presiden bahwa beberapa negara sudah mengalami puncak dari kasus Omicron dan puncak tersebut dicapai secara cepat dan tinggi, waktunya berkisar antara 35 sampai 65 hari. ” imbuhnya.

Lebih jauh dirinya menuturkan, bila kasus Omicron pertama kali teridentifikasi di Indonesia pada pertengahan bulan Desember 2021 lalu. Namun kasus di tanah air jelas Menkes RI, mulai naik di awal Januari 2022. ” Antara 35 sampai 65 hari akan terjadi kenaikan yang cukup cepat dan tinggi. Itu yang memang harus dipersiapkan oleh masyarakat. ” tuturnya.

Untuk itu, warga masyarakat dihimbau untuk tidak panik dalam menghadapi kemungkinan kondisi tersebut. Akan tetapi lebih kepada melakukan protokol kesehatan dengan disiplin, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas. Meskipun kenaikan kasusnya lebih cepat dan tinggi, jumlah kasus akan lebih banyak dan penularan juga lebih cepat. Namun meski begitu, angka rawat inap di rumah sakit untuk penderita Covid-19 varian Omicron kata Budi Gunadi, lebih rendah dibanding dengan yang disebabkan varian Delta.

Tinggalkan komentar