Aplikasi PeduliLindungi: Penggunaan Aplikasi Sebgai Prokes Ketat

Aplikasi anak bangsa PeduliLindungi telah berkembang sangat pesat. Bahkan hingga saat ini telah digunakan oleh masyarakat hingga sebanyak 170 juta kali

Aplikasi PeduliLindungi

Pengelola tempat wisata, baik pemerintah daerah maupun swasta, diingatkan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, untuk memanfaatkan aplikasi PeduliLindungi dan tak menjadikannya hanya sebagai pajangan. ” Aplikasi itu harus benar-benar dipakai, jangan hanya sekadar ada dan dipajang di depan pintu masuk. ” ungkapnya kepada wartawan di Surabaya.

Penggunaan Aplikasi PeduliLindungi Sebagai Upaya Terapkan Prokes Ketat

<img decoding=
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

Lebih jauh ia menambahkan, jika penggunaan aplikasi PeduliLindungi tersebut sebagai salah satu upaya penerapan protokol kesehatan secara ketat. Disamping itu jelasnya, juga sebagai langkah antisipasi menghadapi ancaman Covid-19 yang sampai saat ini belum berakhir. Untuk itu dirinya meminta, agar para bupati/wali kota memberi perhatian khusus ke berbagai tempat wisata di wilayah setempat. ” Harus ada langkah-langkah mitigatif-preventif, terutama antisipasi adanya lonjakan pengunjung di lokasi wisata. ” tegas orang nomor satu di jajaran Pemprov Jawa Timur itu.

Adapun sejumlah titik lokasi wisata yang menjadi perhatian dan diprediksi akan dipadati warga masyarakat, antara lain Telaga Sarangan, Prigen, Tretes, Trawas, Pacet, Kawasan Bromo-Tengger-Semeru, Kota Wisata Batu dan lainnya. Gubernur Khofifah menilait, bahwa lokasi-lokasi tersebut harus diperhatikan terkait jumlah pengunjung atau kapasitasnya. ” Harus segera dibahas dan didetailkan berapa batasan jumlah pengunjung di satu lokasi. Sekali lagi, ketersediaan jumlah aplikasi PeduliLindungi dan sebagainya harus dipersiapkan. “ ujarnya.

Khofifah Minta Bupati dan Walikota Aktif Berkordinasi

Bukan itu saja, Gubernur Jawa Timur juga menginstruksikan kepada para bupati/wali kota, untuk aktif berkoordinasi dengan jajaran Polres maupun Kodim terkait adanya pos-pos pengamanan, pos pelayanan dan pos terpadu yang tersebar di berbagai titik. Untuk tahun ini, Polda Jatim menyediakan sebanyak 195 pos pengamanan di seluruh wilayah setempat, 52 pos pelayanan, serta 10 pos terpadu. Untuk diketahui, masa angkutan lebaran 2022 untuk moda angkutan jalan, kereta api dan moda udara selama 16 hari, mulai dari 25 April 2022 sampai 10 Mei 2021 (H-7 hingga H+7). Sementara untuk moda penyeberangan dan moda laut, selama 32 hari, mulai dari 17 April 2022 sampai 18 Mei 2022 (H-15 hingga H+15).

<img decoding=
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan

Menko Luhut: PeduliLindungi Sudah Digunakan Lebih 170 Juta Kali

Aplikasi PeduliLindungi, diklaim oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, telah berkembang sangat pesat. Bahkan hingga saat ini telah digunakan oleh masyarakat hingga sebanyak 170 juta kali. ” Hanya dalam tiga setengah bulan, PeduliLindungi telah digunakan lebih dari 170 juta kali dengan penggunaan harian mencapai lebih dari 3 juta kali. ” ucap Luhut dalam acara webinar Konsistensi Penggunaan QR Code PeduliLindungi untuk Perlindungan Masyarakat Indonesia secara daring di Jakarta.

Diakui oleh Luhut, bahwa pada awal penerapannya, PeduliLindungi memang masih mengalami masalah. Akan tetapi seiring berjalannya waktu, perkembangannya sudah semakin pesat. Aplikasi PeduliLindungi sambung Menko Marves, bahkan juga sudah terintegrasi dengan aplikasi lainnya, mulai dari taksi online hingga platform e-commerce. Bukan itu saja, Kementerian Kesehatan juga mengintegrasikan PeduliLindungi dengan berbagai aplikasi yang serupa di negara lainnya.

Aplikasi Buatan Anak Bangsa

Lebih jauh ia menyampaikan, jika hal yang paling membanggakan dari aplikasi PeduliLindungi yaitu sepenuhnya dibuat serta dikembangkan oleh anak-anak muda Indonesia. ” Dengan PeduliLindungi sebagai bagian integral dari strategi penanganan pandemi Covid-19 hingga saat ini kita mampu menjaga kasus tetap pada tingkat yang rendah, meski mobilitas aktivitas masyarakat sudah sangat meningkat tajam. ” terangnya.

Dan dalam 10 hari terakhir lanjut Menko Luhut, jumlah kasus harian nasional mampu dijaga di bawah kisaran 500 kasus per hari dengan angka kematian juga menurun secara siginifikan. ” Namun sekali lagi kita tidak boleh lengah, kita harus tetap hati-hati karena saat ini kasus dunia kembali meningkat. ” ujar Luhut.

Masyarakat Diminta Paham

Dalam kesempatan ini dirinya turut mengingatkan, supaya warga masyarakat harus terus berhati-hati agar potensi kenaikan mobilitas pada periode Natal dan Tahun Baru tidak terjadi. ” Jika nanti persiapan perayaan Natal dan Tahun Baru dilakukan tindakan-tindakan oleh pemerintah untuk membatasi kegiatan-kegiatan kita, saya mohon masyarakat paham supaya kuartal I tahun depan kondisi bisa lebih baik. ” tuturnya.

Luhut juga sangat mengapresiasi atas konsistensi penggunaan QR Code PeduliLindungi sebagai salah satu upaya dalam memberikan perlindungan bagi masyarakat Indonesia. ” Kalau saya ibaratkan dengan kondisi perang, dengan PeduliLindungi kita sudah punya senjata canggih untuk mencegah kasus kembali meningkat. ” pungkasnya seraya menambahkan, bila senjata yang paling canggih sekalipun tidak akan efektif jika tidak digunakan dengan baik.

1 Komen
  1. […] Aplikasi PeduliLindungi: Penggunaan Aplikasi Sebgai Prokes Ketat […]

Tinggalkan Balasan

Email Anda tidak akan dishare ke siapapun

Website ini menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalan Anda. Kami berharap Anda setuju dengan hal ini, namun Anda dapat memilih untuk tidak setuju. Setuju Baca lebih lanjut

Anda Segang offline