Menteri PPPA: Pendampingan Lebih Dibutuhkan Anak Dan Perempuan di Daerah 3T

Anak dan perempuan yang hidup di daerah tertinggal, terdepan dan terluar) memerlukan pendampingan lebih dalam menghadapi kekerasan seksual

Menteri PPPA Bintang Puspayoga

Nusantara Satu Perempuan dan Anak – Anak dan perempuan yang hidup di daerah 3T (tertinggal, terdepan dan terluar), ditegaskan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) memerlukan pendampingan lebih dalam menghadapi kekerasan seksual. “ Berkaitan dengan faktor daripada budaya patriarki, memang kalau bicara daerah 3T ini sangat amat miris. Kalau kita bicara anak dan perempuan, mereka tidak punya mimpi untuk dirinya sendiri. ” ucap Menteri KPPPA Bintang Puspayoga dalam acara Sehari Menjadi Menteri PPPA di Manado, Sulawesi Utara.

Iapun menyebutkan, bahwa perbedaan paling mencolok dari kondisi di daerah 3T yaitu banyak perempuan tidak mempunyai kesempatan yang sama dengan laki-laki dalam meraih cita-cita ataupun menentukan masa depannya. Kondisi lain yang memprihatinkan sambungnya, yakni adanya anak-anak korban hasil perkawinan dini, yang telah melahirkan anak di saat dirinya harus bermain atau bersekolah dan mengeksplor kemampuan dirinya jauh lebih baik lagi. Termasuk pula jelas Bintang, menjadi korban dari pelampiasan hasrat nafsu orang yang tidak bertanggung jawab.

Kerap Menangis Saat Dengar Kasus Kekerasan Seksual Pada Anak Dan Perempuan

Kemudian dirinya mengisahkan, bila jabatannya sebagai Menteri PPPA merupakan tugas yang sangat berat. Sebab kata Bintang, ia harus berhadapan langsung di lapangan dengan para korban kekerasan seksual. Bahkan terangnya, tidak jarang ia sampai menangis dan mengaku gemetar hanya untuk membuka ponselnya saat mendengar ada laporan kasus kekerasan seksual baru yang ditemukan. “ Kadang saya masih tidak kuat dan menangis kalau melihat kondisi perempuan dan anak di 3T. Ini sangat miris dan masih menjadi tugas kita bersama. Kita juga harus bersyukur, perempuan-perempuan di perkotaan punya kesempatan yang sama dengan laki-laki. ” imbuhnya.

Lebih jauh Menteri PPPA menyampaikan, bila sebagai langkah awal mencegah kekerasan seksual pada anak, pihaknya menggagas program Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA). Pasca menyepakati aturan, tiap desa di kabupaten/kota itu harus menciptakan kehidupan yang aman, layak dan menjunjung kesetaraan dalam setiap pembangunan atau pemberdayaan masyarakatnya tanpa memandang gender. “ DRPPA merupakan model desa yang dikembangkan oleh KPPPA untuk dapat menjawab lima arahan Presiden yang dimulai dari tingkat desa. Mudah-mudahan dengan model ini terwujud kita harapkan bisa direplikasi oleh desa kelurahan yang lainnya. ” tegas Bintang Puspayoga.

<img decoding=
Menteri PPPA Bintang Puspayoga Istimewa 221120

Pendampingan Anak Dan Perempuan Untuk Hentikan Kekerasan Seksual , Bersinergi Dengan Tokoh Agama

Berikutnya tutur Menteri PPPA, karena daerah 3T cenderung lebih mendengarkan tokoh adat serta tokoh agama setempat, maka KPPPA menjalin sinergi dan kolaborasi dengan tokoh-tokoh tersebut. Dimana tujuannya jelas Bintang Puspayoga, yakni untuk berpartisipasi dalam menghentikan kekerasan seksual pada anak dan perempuan. Selain itu, juga untuk mensosialisasikan dampak buruk yang akan terjadi pada korban.

Sehubungan dengan semua itu kata Menteri PPPA, pihaknya akan terus mendorong keterlibatan seluruh pihak hingga ke tingkat terkecil dalam masyarakat yakni keluarga. Supaya lebih memberdayakan anak sebagai penerus bangsa dibandingkan memaksa anak untuk dipekerjakan ataupun dikawinkan dalam usia dini.

Pada kesempatan ini dirinya mengharapkan, agar semua kementerian/lembaga terkait bisa menopang pemerintah daerah dalam upaya melindungi setiap anak di daerah 3T. Selain itu juga memberikan perhatian lebih, baik berupa pendampingan ataupun kebijakan dan program yang bisa menjamin anak dan perempuan aman dari kekerasan seksual. “ Ini harus kita selesaikan dengan berbagai inovasi-inovasi salah satunya adalah bagaimana kita melibatkan daripada pemikiran anak-anak yang akan memegang tongkat estafet masa depan. ” tegasnya.

Perempuan Dan Anak

Tinggalkan Balasan

Email Anda tidak akan dishare ke siapapun

Website ini menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalan Anda. Kami berharap Anda setuju dengan hal ini, namun Anda dapat memilih untuk tidak setuju. Setuju Baca lebih lanjut

Anda Segang offline