Penguatan Pangan Hadapi Perubahan Iklim

Syahrul Ibrahim

Updated on:

Nusantara Satu Berita Pertanian – Guna menjaga stabilitas ketahanan pangan secara nasional maupun global jelas Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo, menjadi sangat penting adanya kesiapan sektor pertanian di tengah perubahan iklim. Dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Menteri Syahrul Yasin Limpo mengungkapkan, bila sejumlah negara telah bersiap menyediakan pangan untuk kebutuhannya dalam beberapa waktu ke depan.

Harus Disikapi Serius Penguatan Resilensi Kawasan Pada Guncangan Pangan

Disampaikan oleh Menteri Pertanian RI, bahwa sektor pertanian Indonesia dan ASEAN, harus pula bersiaga dengan menyiapkan cadangan pangan kawasan. Pentingnya penguatan resilensi atau ketangguhan sistem pangan kawasan terhadap beragam guncangan sambung Mentan, harus disikapi secara serius. Dirinya berpendapat, salah satu yang dapat dipersiapkan yaitu optimalisasi Cadangan Beras Darurat ASEAN bersama Tiga Negara Mitra ASEAN (APTERR) dalam upaya mengantisipasi kerawanan pangan. Langkah tersebut lanjutnya, diharapkan dapat mendukung penanganan kejadian darurat pangan di kawasan ASEAN yang diakibatkan terjadinya bencana alam, pandemi, atau krisis ekonomi.

“ Mungkin tidak kita gunakan sekarang, tetapi suatu saat bila ada hal di luar dugaan kita, seperti anomali cuaca, covid, climate change, maka tentu saja ini Cadangan Beras Darurat akan kita butuhkan, saya ingatkan ini lagi. ” terang Menteri Pertanian beberapa waktu lalu di Forum ASEAN Plus Tiga negara.

Presiden Percayakan Mentan Sebagai Menteri LHK Ad Interim

Presiden RI Joko Widodo, saat ini telah menunjuk Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo sebagai Ad Interim Menteri LHK terhitung mulai tanggal 29 Oktober hingga 7 November 2021 mendatang. Adapun penunjukan ini sesuai dengan Surat Menteri Sekretaris Negara nomor :B-759 /M/D-3/AN.00.03/09/2021 perihal Penunjukan Menteri Pertanian sebagai Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Ad Interim tertanggal 27 September 2021.

Dalam surat penunjukkan itu, Menteri Sekretaris Negara Pratikno memberitahukan Presiden berkenan menunjuk Menteri Pertanian sebagai Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Ad Interim, selama Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan melakukan perjalanan dinas ke Glasgow Inggris. Sedianya, Menteri LHK Siti Nurbaya akan kembali ke Jakarta pada tanggal 7 November 2021.

Tinggalkan komentar