Perekonomian Jawa Timur Membaik, Khofifah Merasa Bersyukur

Mulyadi

Meski pandemi Covid-19 belum berakhir, namun Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa merasa bersyukur karena Perekonomian Jawa Timur membaik. ” Kondisi ini harus disyukuri. Kerja keras dan sinergi bersama dalam mengendalikan Covid-19 mulai menunjukkan hasil. ” tuturnya kepada awak media di Gedung Negara Grahadi Surabaya.

Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Jawa Timur, pertumbuhan ekonomi terus menunjukkan progres yang semakin baik. Hal tersebut terlihat, dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim yang mencatat perekonomiannya di kuartal I-2022 tumbuh positif 5,20 persen dibanding kuartal I-2021 year over year (YoY). Dibandingkan kuartal IV-2021 quater to quarter(q-to-q), pertumbuhan ekonomi Jatim pada kuartal I-2022 naik sebesar 0,75 persen.

Perekonomian Jawa Timur Membaik, Diatas Pertumbuhan Nasional

Disampaikan oleh Khofifah, bahwa keseimbangan baru dalam perekonomian mulai terbentuk, yaitu produksi meningkat seiring dengan kenaikan permintaan. Lebih lanjut dirinya menambahkan, jika pertumbuhan ekonomi Jatim posisinya berada di atas pertumbuhan nasional, yaitu sebesar 5,01 persen. Pada kesempatan yang sama, orang nomor satu di Pemprov Jatim inipun menyatakan, impresifnya pertumbuhan triwulan I-2022 walau dalam tekanan Omicron pada Februari lalu, menunjukkan progres arah pemulihan ekonomi nyata di hampir semua lapangan usaha di Jatim.

Perekonomian Jawa Timur tersebut lanjut Gubernur, tidak lepas dari dorongan sejumlah kebijakan relaksasi perekonomian dan insentif pembangunan yang memacu aktivitas perekonomian. Menurutnya, pada pertumbuhan ekonomi yang meyakinkan ini, Jatim menjadi penyumbang perekonomian terbesar kedua di Pulau Jawa dengan nilai kontribusi sebesar 25,10 persen, atau di bawah DKI Jakarta sebesar 29,50 persen. Serta berada di atas Jawa Barat sebesar 22,48 persen dan Jawa Tengah sebesar 14,53 persen.

<img decoding=
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

Perekonomian Jawa Timur Membaik, Tempati Posisi Kedua Terbesar

Sedangkan untuk kontribusi terhadap total perekonomian 34 provinsi di Indonesia, Jatim mampu menempati posisi kedua yang berkontribusi sebesar 14,51 persen, Posisi itu berada di bawah DKI Jakarta 17,05 persen dan di atas Jawa Barat sebesar 12,99 persen serta Jawa Tengah sebesar 8,40 persen. Pertumbuhan ekonomi Jatim tersebut terangnya, didominasi lapangan usaha industri pengolahan sebesar 31,22 persen.

Berikutnya diikuti perdagangan besar eceran, reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 18,57 persen, lalu pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 10,99 persen dan konstruksi sebesar 8,80 persen. ” Keempat lapangan usaha tersebut dalam perekonomian Jatim mencapai 69,58 persen. Jadi sangat mendominasi. ” tegas Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

Kemudian, lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan signifikan adalah transportasi dan pergudangan sebesar 18,79 persen. Diikuti industri pengolahan sebesar 7 persen, serta lapangan usaha informasi dan komunikasi yang mengalami pertumbuhan sebesar 6,63 persen.

Tinggalkan komentar