Potensi Pembangkit Listrik Mikrohidro PLTMh Bali, Hingga 24,5 Megawatt

Nur Afni

Updated on:

Diungkapkan oleh PT PLN (Persero), bahwa potensi pembangkit listrik mikrohidro PLTMh Bali sebagai salah satu sumber energi baru dan terbarukan (EBT), mencapai hingga 24,5 megawatt (MW). Akan tetapi terang Senior Manager Perencanaan Unit Induk Distribusi (UID) Bali Putu Putrawan sebagaimana dikutip dari siaran tertulis yang diterima di Denpasar menyebutkan, pemanfaatan atau bauran energi yang bersumber dari PLTMh baru mencapai 3,4 MW.

<img decoding=
Putu Putrawan

Untuk itu, PLN UID Bali berencana meningkatkan pemanfaatan potensi energi baru dan terbarukan di Bali, utamanya dari pembangkit listrik mikrohidro Bali serta pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). “ Kami berkomitmen memastikan peningkatan rasio bauran energi baru terbarukan yang dapat terealisasi dengan inovasi, dan kolaborasi dengan berbagai pihak, baik dari segi perizinan, investasi, maupun inovasi pendukung yang mampu mempercepat transisi (menuju) energi (bersih). ” ucap Putu Putrawan.

Selain Pembangkit Listrik Mikrohidro PLTMh Bali, PLN Akan Bangun Pembangkit Berbasis EBT

Lebih jauh dirinya mengatakan, jika potensi EBT di Bali tidak hanya dari mikrohidro dan surya saja, namun juga berasal dari panas bumi dan angin. Pada tahun 2023 mendatang terang Putu, rencananya ada pembangunan pembangkit berbasis EBT berkapasitas 1,3 MW. “ Target kami pada 2030 ada total penambahan listrik yang bersumber dari EBT sebesar 238,8 MW sehingga bauran energi baru terbarukan nantinya dapat mencapai 13,49 persen. ” tuturnya.

Adapun PLTMh yang telah beroperasi di Bali saat ini berlokasi di Desa Sambangan, Singaraja, Buleleng. Pembangkit berkapasitas 2×700 kilowatt (KW) itu sendiri telah beroperasi sejak tahun 2016 dan saat ini PLTMh itu merupakan pembangkit mikrohidro komersial pertama dan satu-satunya di Bali.

Sementara itu disampaikan oleh Manajer PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan Bali Utara Agus Yudistira, bahwa PLTMh di Sambangan itu memanfaatkan aliran air sungai di Tukad Buleleng. Bukan cuma sebagai pembangkit listrik saja, tetapi PLTMh itu juga menjadi media pembelajaran bagi warga masyarakat dan perusahaan yang ingin memperoleh informasi mengenai energi baru terbarukan. “ PLTMh ini tak hanya berfungsi sebagai penyedia tenaga listrik untuk jaringan di Bali bagian utara saja, tetapi juga berfungsi sebagai showcase (contoh, Red.) solusi energi baru terbarukan di Bali. ” imbuhnya.

Tinggalkan komentar