Moeldoko: Meski PPKM Level 3 Batal, Namun Tetap Ada Pembatasan

Reza Arya

Nusantarasatu.id – Dipastikan oleh Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, akan tetap ada pembatasan meski pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 batal diterapkan pada periode libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022. ” Sebenarnya di balik itu ada persyaratan-persyaratan, di antaranya bepergian harus menggunakan PCR (hasil tes usap) dan antigen. “terang Moeldoko saat melakukan kunjungannya ke kampus Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta di Solo.

Lebih jauh dikatakan oleehnya, bila perkumpulan-perkumpulan juga dibatasi maksimal hanya 50 orang, serta tidak ada hiburan maupun kegiatan olahraga yang melibatkan penonton. ” Jadi bola (sepak bola) gitu ada penontonnya nggak boleh. Banyak pembatasan, menurut saya presiden di satu sisi memberikan pelonggaran, tetapi pada sisi lain memberikan penekanan atas penegakan prokes. ” tuturnya.

Perayaan Natal Harus Terapkan Protokol Kesehatan dan Jaga Jarak

Sedangkan mengenai perayaan Natal sambung mantan Panglima TNI tersebut, juga akan diterapkan protokol kesehatan termasuk jaga jarak. ” Kalau soal itu saya sendiri sudah melihat, ya dalam gereja kalau ada tempat duduk yang dipakai yang ini dan depan yang ini kosong. Berikutnya dari tempat duduk empat, yang dipakai hanya dua. ” ucap Moeldoko.

Pada kesempatan yang sama dirinya juga menilai, jika sejauh ini penerapan protokol kesehatan sudah sangat bagus dan dilakukan persiapan secara baik untuk Natal. ” Berikutnya ada sebelum masuk harus hand sanitizer dan air suci disiapkan dalam kondisi berbeda sehingga semuanya serba bersih. Langkah-langkah itu saya cek semuanya di gereja dan disiapkan dengan baik. ” ujar pensiunan jenderal bintang empat ini.

Sementara itu ketika disinggung mengenai alasan dibatalkannya rencana penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 tersebut, Moeldoko pun menerangkan jika salah satu yang menjadi alasan karena membaiknya kasus Covid-19 di dalam negeri. ” Sisi lain sektor ekonomi harus bergerak. Jadi bagaimana mengoperasionalkan gas dan rem. Ketika Covid-19 bagus bisa dilonggarkan ekonominya, begitu naik lagi ekonominya diturunkan. ” pungkasnya.

Tinggalkan komentar